Reporter: Vina Elvira | Editor: Tri Sulistiowati
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Perintis Triniti Properti Tbk (TRIN) atau Trinland membidik pertumbuhan kinerja positif pada 2026. Manajemen memproyeksikan perolehan marketing sales dapat mencapai Rp 1,82 triliun sepanjang tahun 2026.
Founder TRIN, Bong Chandra mengatakan, perseroan berada pada posisi yang baik untuk menghadirkan trajektori pertumbuhan yang kuat dan berkelanjutan sepanjang periode 2026–2030.
Optimisme tersebut didukung oleh percepatan momentum penjualan, progres konstruksi yang terus berjalan, serta eksekusi berkelanjutan atas proyek-proyek inti Perseroan, khususnya Collins Boulevard dan Sequoia Hills.
Baca Juga: Tancap Gas pada 2026, TRIN Kejar Recurring Income Lewat Sektor Properti Strategis
“Di tahun 2026, revenue yang kami targetkan itu kurang lebih Rp 1,82 triliun, itu sama dengan 2024. Jadi dengan infrastrukturnya yang jauh lebih siap ya dari pada 2024, kami optimis dengan Rp 1,8 triliun saya pikir itu cukup moderate ya, cukup konservatif,” ungkap Chandra, dalam media gathering, pada Selasa (24/2).
Sebagai gambaran, pada tahun 2025, marketing sales TRIN tercatat sebesar Rp 1,17 triliun. Artinya, perusahaan mengincar pertumbuhan penjualan lebih dari 50% untuk tahun ini.
Memasuki 2026, perseroan cukup optimistis terhadap prospek marketing sales, yang didukung oleh rencana kelanjutan momentum penjualan di Collins Boulevard, khususnya dari Tower II-The Scott.
Selain itu, dimulainya serah terima unit di Marc’s Boulevard juga diharapkan memberikan kontribusi signifikan terhadap pengakuan pendapatan dan arus kas.
“Dengan dukungan pipeline proyek yang terfokus dan visibilitas penyelesaian proyek yang semakin membaik, Triniti Land berada pada posisi yang baik untuk memulihkan momentum pertumbuhan dan mempertahankan penciptaan nilai jangka panjang,” tuturnya.
Sepanjang periode 2026–2030, marketing sales TRIN diproyeksikan meningkat signifikan dari sekitar Rp 1,82 triliun pada 2026 menjadi sekitar Rp 6,83 triliun pada 2030. Pertumbuhan ini mencerminkan fase ekspansi multi-tahun seiring fokus perseroan membangun kembali skala bisnis dan memperkuat pipeline pengembangan.
Pada fase awal periode tersebut, kinerja mencerminkan tahap normalisasi, di mana momentum penjualan diperkirakan pulih secara bertahap setelah adanya penyesuaian portofolio dan realignment kontribusi proyek sebelumnya.
Baca Juga: IPKB dan YKTI Soroti Perjanjian Dagang dengan AS, Industri Tolak Impor Pakaian Bekas
Selanjutnya: Harga Emas Melonjak 1% di Siang Ini: Cek Pemicu Kenaikan di Tengah Gejolak Global
Menarik Dibaca: Promo Alfamart Kebutuhan Dapur 16-28 Februari 2026, Bumbu-Kornet Diskon hingga 50%
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













![[Intensive Workshop] Excel for Business Reporting](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_28012616011400.jpg)