kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.597.000   -16.000   -0,61%
  • USD/IDR 17.998   74,00   0,41%
  • IDX 6.148   -94,03   -1,51%
  • KOMPAS100 799   -14,31   -1,76%
  • LQ45 612   -9,30   -1,50%
  • ISSI 212   -3,34   -1,55%
  • IDX30 339   -4,87   -1,42%
  • IDXHIDIV20 427   -2,25   -0,52%
  • IDX80 91   -1,67   -1,79%
  • IDXV30 116   -0,86   -0,73%
  • IDXQ30 110   -0,92   -0,84%

Peritel kehilangan pendapatan Rp 7 triliun


Rabu, 15 Oktober 2014 / 17:15 WIB
ILUSTRASI. Pembangunan kawasan Hunian Pekerja Konstruksi (HPK) oleh Wika Gedung (WEGE) di IKN, Jumat (17/3/2023). 


Reporter: Agus Triyono | Editor: Hendra Gunawan

JAKARTA. Situasi politik dalam negeri yang memanas di tahun ini mengancam sektor ritel. Berdasarkan perkiraan yang dibuat oleh Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) kondisi tersebut berpotensi menekan pertumbuhan pengusaha retail.

Satria Hamid, Wakil Sekjen Aprindo memperkirakan bahwa tekanan tersebut akan mengakibatkan target pertumbuhan pendapatan pada tahun 2014 ini meleset sampai dengan Rp 7 triliun.

"Target kami di 2014 sebenarnya mencapai Rp 175 triliun, atau naik 15% dibanding kemarin. Tapi dengan kondisi seperti ini kemungkinan besar hanya akan mencapai Rp 168 triliun saja," kata Satria Rabu (15/10).

Satria mengatakan bahwa selain disebabkan oleh kondisi perpolitikan di dalam negeri yang kurang kondusif, perkiraan penurunan target tersebut juga dibuat dengan mempertimbangkan faktor pelemahan nilai tukar rupiah. Selain itu, faktor kenaikan tarif dasar listrik juga turut menekan pertumbuhan pendapatan di sektor retail.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×