kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 18.013   50,00   0,28%
  • IDX 5.745   49,44   0,87%
  • KOMPAS100 744   8,79   1,19%
  • LQ45 565   8,75   1,57%
  • ISSI 199   0,85   0,43%
  • IDX30 321   4,92   1,56%
  • IDXHIDIV20 395   5,89   1,52%
  • IDX80 85   1,16   1,39%
  • IDXV30 107   1,21   1,14%
  • IDXQ30 103   1,26   1,24%

Perkebunan karet Sampoerna Agro (SGRO) mulai berproduksi tahun depan


Rabu, 27 Februari 2019 / 18:57 WIB


Reporter: Ika Puspitasari | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Selain memiliki lahan dari tanaman inti yakni kelapa sawit, PT Sampoerna Agro Tbk (SGRO) juga memiliki lahan untuk tanaman sagu dan karet. Head of Investor Relations Sampoerna Agro, Michael Kesuma menyampaikan penanaman karet telah dilakukan pada tahun 2013.

Ia bilang, mereka membutuhkan waktu selama tujuh tahun dari waktu penanaman hingga masa produksi. Artinya, mulai tahun depan SGRO akan memulai memproduksi karet. “Kita mulai menanam karet pada 2013, sehingga untuk tahun ini belum berkontribusi,” ujarnya, Kamis (27/2).

Michael menyampaikan saat ini SGRO total luas lahan untuk perkebunan karet tertanam sebesar 20.000 hektare (ha) yang dilakukan secara bertahap mulai 2013 silam. Sebagai tahap utama, mereka menanam 3.000 ha.

Meski tahun depan mulai produksi, ia mengungkapkan kontribusinya belum terlalu besar terhadap total pendapatan perusahaan. “Meski sudah produksi mulai tahun depan, tapi masih sedikit,” imbuhnya.

Sayangnya, ia belum dapat menyebutkan berapa target volume produksi perdana untuk karet ini. Yang pasti pada tahun depan ada lahan sekitar 3.000 ha yang siap untuk dipanen.

Sementara itu, untuk tanaman sagu, ia menjelaskan perusahaan ini butuh waktu 10 tahun dari masa penanaman hingga produksi. “Untuk jumlah luas lahan sagu yang tertanam sekitar 13.000 ha,” ujarnya.

Ia menambahkan, SGRO terus melakukan investasi untuk jangka panjang, tak terkecuali untuk sektor karet dan sagu. “Kita optimis (untuk sektor karet dan sagu), secara jangka panjang Indonesia memiliki potensi cukup baik, misalnya dari segi cuaca,” katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×