kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45770,67   6,06   0.79%
  • EMAS876.000 -1,35%
  • RD.SAHAM -0.17%
  • RD.CAMPURAN -0.05%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.12%

Perlambatan industri otomotif diyakini tidak hambat industri modifikasi


Minggu, 29 September 2019 / 11:41 WIB
Perlambatan industri otomotif diyakini tidak hambat industri modifikasi
ILUSTRASI. HONDA TUNING CONTEST

Reporter: Muhammad Julian | Editor: Tendi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pasar otomotif dalam negeri tengah mengalami perlambatan. Hal ini diduga diakibatkan oleh kondisi perekonomian yang ditengarai sedang mengalami stagnansi. Mengutip data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor (Gaikindo) pada periode Januari-Mei 2019 misalnya, penjualan mobil dari pabrikan ke dealer mengalami penurunan sebesar 16,4% menjadi 84.029 unit.

Meski demikian, kondisi ini diyakini tidak mempengaruhi industri modifikasi otomotif. Direktur Industri Maritim, Alat Transportasi, dan Alat Pertahanan, Kementerian Perindustrian (Kemenperin), Putu Juli Ardika mengatakan bahwa industri modifikasi lebih dipengaruhi oleh tren yang berkembang di masyarakat alih-alih kondisi ekonomi.

Lebih jauh, Putu bahkan meyakini industri ini akan terus berkembang lebih jauh lantaran adanya tren kebutuhan di masyarakat untuk mempersonalisasi barang-barang yang dimiliki. “Semua orang kan sekarang mencari identity, nah sekarang hal itu mulai diterpkan pada kendaraan, nanti warna kendaraannya disesuaikan dengan bajunya, dan seterusnya,“ jelas Putu ketika ditemui usai acara Indonesia Modification Expo (IMX) 2019 (28/09).

Baca Juga: Peserta pameran Indonesia Modification Expo 2019 meningkat 30%

Pandangan yang serupa juga ditemui pada pelaku industri otomotif. Founder Garuda Bodykit, Rangga Erlangga Polnaja mengatakan bahwa industri modifikasi otomotif di dalam negeri memiliki resistensi untuk bertahan dalam kondisi apapun lantaran memiliki basis pasar yang kuat dan setia.

“Walaupun sekrisis-krisisnya ekonomi otomotif itu tidak pernah mati, tetap banyak pecinta otomotif,” ujar Rangga kepada Kontan.co.id ketika ditemui pada acara yang sama (29/09).

Berbekal optimisme tersebut, workshop bodykit asal Bandung, Jawa Barat ini bahkan baru saja meluncurkan sebanyak paket bodykit baru untuk mobil Xpander dan Terios. Adapun harga yang dipatok untuk paket bodykit Terios adalah sebesar Rp 7 juta. Paket tersebut meliputi bodykit untuk lips, side skirt dan difuser belakang.

Sementara itu, harga yang ditawarkan untuk paket bodykit yang mobil Terios adalah sebesar Rp 18 juta dengan paket set yang lebih lengkap. Menurut keterangan Rangga, sejauh ini Garuda Bodykit sudah menerima sebanyak 200 pesanan untuk paket-paket bodykit yang telah diluncurkan.

Meski memiliki prospek yang baik, Rangga mengaku tidak memiliki target tertentu dalam menjalankan bisnis modifikasi yang digelutinya. Selain pasar dalam negeri, industri modifikasi dalam negeri juga dinilai memiliki peluang yang besar untuk memasuki pasar luar negeri.

Baca Juga: Tak bayar bea cukai, 169 unit mobil Subaru bakal dilelang mulai Rp 61 juta

Dalam hal ini, karya-karya modifikasi otomotif dinilai sudah mampu bersaing dengan industri modifikasi dari luar. “Ini kan bisnis modifikasi di dunia sangat diminati. Kalau di Jerman ada AMG, kemudian di Amerika ada juga Shelby. Nah kalau di Indonesia ada beberapa merk yang bisa dijual ke ekspor,“ ucap Menteri Perindustrian, Airlangga Hartarto (28/09).

Oleh karenanya, Airlangga menyatakan bahwa Kemenperin akan terus mendukung merk-merk modifikasi lokal agar bisa mendunia. Dalam melakukan hal tersebut, Airlangga mengatakan tidak akan memberikan peraturan yang ketat terhadap industri modifikasi otomotif selama pelaku terus memperhatikan keamanan pengguna.

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.


TERBARU

[X]
×