kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.660.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.935   -9,00   -0,05%
  • IDX 5.896   -102,90   -1,72%
  • KOMPAS100 764   -13,28   -1,71%
  • LQ45 584   -4,02   -0,68%
  • ISSI 203   -5,25   -2,52%
  • IDX30 331   -1,77   -0,53%
  • IDXHIDIV20 408   -0,87   -0,21%
  • IDX80 87   -1,24   -1,41%
  • IDXV30 110   -1,47   -1,32%
  • IDXQ30 107   -0,13   -0,12%

Perluas lahan, ekspor kopi Vietnam bakal naik 9,4%


Rabu, 09 Februari 2011 / 13:49 WIB
ILUSTRASI. BPJS Kesehatan


Sumber: Bloomberg | Editor: Rizki Caturini

HANOI. Pemerintah Vietnam memprediksi ekspor kopi negaranya sebagai penghasil kopi robusta terbesar di dunia akan naik 9,4% menjadi 1,28 juta metrik ton pada 2011.

Sebab, panen kopi robusta pada masa tanam 2010-2011 yang dimulai pada Oktober 2010 diperkirakan akan naik 4,6% menjadi 1,17 juta ton dari tahun sebelumnya yang sebanyak 1,12 juta ton. Peningkatan panen ini disebabkan karena Vietnam telah memperluas area tanam kopi sebesar 1,8% menjadi 548.200 hektare (ha).

Ekspor kopi sebanyak itu diperkirakan bisa mendatangkan pendapatan negara sekitar US$ 2 miliar tahun ini. Angka ini naik dibanding pendapatan dari ekspor kopi robusta pada 2010 yang sebesar US$ 1,73 miliar.

Sekadar informasi, harga kopi robusta di pasar komoditi telah mengalami kenaikan hingga 68% sepanjang tahun lalu. Harga kopi robusta mencetak harga tertinggi sejak September 2008 menjadi US$ 2.259 per ton pada 3 Februari 2011.

Sementara, kontrak untuk pengiriman Maret 2011 ditutup di angka US$ 2.195 per ton, kemarin (8/2). Spekulasi cuaca buruk yang terjadi di negara-negara penghasil kopi robusta membuat pasokan kopi seret, sehingga harga komoditi ini terus naik.






Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×