kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.630.000   -15.000   -0,57%
  • USD/IDR 17.918   48,00   0,27%
  • IDX 5.676   -144,30   -2,48%
  • KOMPAS100 733   -18,90   -2,51%
  • LQ45 559   -13,70   -2,39%
  • ISSI 197   -4,31   -2,14%
  • IDX30 318   -7,50   -2,31%
  • IDXHIDIV20 392   -8,80   -2,19%
  • IDX80 83   -2,19   -2,56%
  • IDXV30 107   -1,90   -1,75%
  • IDXQ30 103   -2,28   -2,17%

Permintaan Baja Tumbuh 10%-12% Tahun Ini


Rabu, 03 Februari 2010 / 14:38 WIB


Reporter: Nurmayanti | Editor: Test Test

JAKARTA. Produsen baja nasional sumringah. Sebab, tahun ini kondisi usaha mereka akan lebih baik daripada tahun lalu. Indonesia Iron and Steel Industri Association (IISIA) memperkirakan, permintaan baja tahun ini akan tumbuh 10% hingga 12% dibandingkan tahun 2009 menjadi sekitar 8 juta ton.

Permintaan tumbuh terdorong keyakinan industri nasional akan pemulihan perekonomian nasional dan dunia. Sehingga permintaan atau konsumsi baja ikut terdongkrak naik. “Kita optimis dengan kondisi tahun ini,” kata Wakil Ketua IISIA, Irvan Kamal, Rabu (3/2).

Kenaikan permintaan ini, kata Irvan, ikut memicu tingkat pemanfaatan kapasitas produksi alias utilisasi industri baja nasional. Saat ini, utilisasi baja nasional naik sekitar 15% menjadi rata-rata 60%-65% dibandingkan tahun lalu. “Ini memang masih rendah tapi ada potensi utilisasi akan naik terus,” lanjut dia.

Sementara tentang dampak pelaksanaan kerjasama perdagangan bebas antara Negara-negara Asean dengan China (CA-FTA) terhadap industri baja nasional, Irvan mengaku, dampak yang nyata akan terlihat dari utilisasi pabrik. Sebab, produsen nasional mesti bersaing ketat dengan baja asal China yang masuk ke pasar Indonesia juga dengan dukungan dari pemerintahnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Inventory Management: From Chaos to Control Sales Coaching: Lead Better, Sell More!

[X]
×