kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.837.000   27.000   0,96%
  • USD/IDR 16.991   62,00   0,37%
  • IDX 7.097   -67,03   -0,94%
  • KOMPAS100 977   -12,33   -1,25%
  • LQ45 719   -12,76   -1,74%
  • ISSI 250   -1,82   -0,73%
  • IDX30 391   -7,50   -1,88%
  • IDXHIDIV20 489   -9,60   -1,93%
  • IDX80 110   -1,54   -1,38%
  • IDXV30 134   -2,11   -1,54%
  • IDXQ30 128   -2,18   -1,68%

Permintaan Baja Tumbuh 10%-12% Tahun Ini


Rabu, 03 Februari 2010 / 14:38 WIB
Permintaan Baja Tumbuh 10%-12% Tahun Ini


Reporter: Nurmayanti | Editor: Test Test

JAKARTA. Produsen baja nasional sumringah. Sebab, tahun ini kondisi usaha mereka akan lebih baik daripada tahun lalu. Indonesia Iron and Steel Industri Association (IISIA) memperkirakan, permintaan baja tahun ini akan tumbuh 10% hingga 12% dibandingkan tahun 2009 menjadi sekitar 8 juta ton.

Permintaan tumbuh terdorong keyakinan industri nasional akan pemulihan perekonomian nasional dan dunia. Sehingga permintaan atau konsumsi baja ikut terdongkrak naik. “Kita optimis dengan kondisi tahun ini,” kata Wakil Ketua IISIA, Irvan Kamal, Rabu (3/2).

Kenaikan permintaan ini, kata Irvan, ikut memicu tingkat pemanfaatan kapasitas produksi alias utilisasi industri baja nasional. Saat ini, utilisasi baja nasional naik sekitar 15% menjadi rata-rata 60%-65% dibandingkan tahun lalu. “Ini memang masih rendah tapi ada potensi utilisasi akan naik terus,” lanjut dia.

Sementara tentang dampak pelaksanaan kerjasama perdagangan bebas antara Negara-negara Asean dengan China (CA-FTA) terhadap industri baja nasional, Irvan mengaku, dampak yang nyata akan terlihat dari utilisasi pabrik. Sebab, produsen nasional mesti bersaing ketat dengan baja asal China yang masuk ke pasar Indonesia juga dengan dukungan dari pemerintahnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×