kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.650.000   17.000   0,65%
  • USD/IDR 18.087   -43,00   -0,24%
  • IDX 5.924   11,92   0,20%
  • KOMPAS100 771   1,79   0,23%
  • LQ45 589   1,88   0,32%
  • ISSI 204   0,51   0,25%
  • IDX30 334   0,92   0,28%
  • IDXHIDIV20 413   1,96   0,48%
  • IDX80 88   0,34   0,39%
  • IDXV30 112   1,14   1,02%
  • IDXQ30 107   0,13   0,12%

Permintaan Melemah, Penjualan Produk Industri Olahan Susu Lokal Turun 20%


Rabu, 15 Oktober 2025 / 17:45 WIB
Permintaan Melemah, Penjualan Produk Industri Olahan Susu Lokal Turun 20%
ILUSTRASI. Pekerja menyelesaikan pengemasan produksi susu di Unit Produksi Koperasi Produsen Peternakan Bandung Selatan (KPBS) Pangalengan, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Kamis (2/10/2025).ANTARA FOTO/Novrian Arbi/nym. Industri pengolahan susu nasional masih menghadapi tekanan pada 2025. Asosiasi Industri Pengolahan Susu (AIPS) mengungkapkan penyebabnya.


Reporter: Shintia Rahma Islamiati | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Industri pengolahan susu nasional masih menghadapi tekanan pada 2025. 

Direktur Eksekutif Asosiasi Industri Pengolahan Susu (AIPS), Sonny Effendy, mengungkapkan bahwa hingga kuartal III-2025 hampir seluruh pelaku industri mencatat penurunan penjualan dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

“Hampir semua industri mengalami penurunan sales dibandingkan 2024 karena melemahnya permintaan. Rata-rata penurunan mencapai sekitar 20%,” ujar Sonny kepada Kontan, Rabu (15/10/2025).

Meski demikian, dari sisi pasokan susu segar lokal, Sonny memastikan bahwa suplai dari produsen dalam negeri masih berjalan lancar. 

Baca Juga: Indo Acidatama (SRSN) Ungkap Potensi Industri Etanol, Incar Penjualan Rp 1,21 Triliun

“Susu segar produksi dalam negeri tidak ada kendala, semuanya terserap oleh industri,” katanya.

Sementara itu, tren impor bahan baku susu mengalami penurunan seiring dengan menurunnya daya beli masyarakat. Namun, ketergantungan terhadap impor masih tinggi karena produksi susu segar domestik belum mencukupi kebutuhan industri. 

Sekitar 80% kebutuhan susu nasional hingga kini masih dipenuhi dari impor, sementara produksi dalam negeri baru mampu menutup sekitar 20%.

Adapun terkait Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang tengah digencarkan pemerintah, Sonny menilai program tersebut memberikan sedikit dorongan terhadap permintaan produk susu olahan. 

“Ada sedikit kenaikan permintaan dari program itu,” ujarnya.

Untuk memperkuat pasokan bahan baku lokal dan mendorong pertumbuhan industri susu olahan, Sonny menilai pemerintah perlu memperhatikan aspek hulu, terutama pemberdayaan peternak. 

Ia menyarankan agar pemerintah mendukung penyediaan bibit sapi dengan skema kredit berbunga rendah, menyediakan lahan, vaksin, bantuan kandang sehat, serta memperkuat tenaga penyuluhan.

Baca Juga: Sinergi Ditjen Pajak dan Pemda, 13.985 Wajib Pajak Masuk Pengawasan Bersama

Selanjutnya: Paylater Perbankan Tumbuh Dua Digit per Agustus, Begini Kondisi Sejumlah Bank

Menarik Dibaca: Ditusi Berawal dari Toko Komunitas Gamer Jadi Platform Top Up Game

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Teori, Strategi & Taktik Penagihan Kredit/ Piutang Macet Secara Dini & Terintegrasi Serta Efisien & Efektif

[X]
×