kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.574.000   -2.000   -0,08%
  • USD/IDR 17.913   -79,00   -0,44%
  • IDX 6.037   27,39   0,46%
  • KOMPAS100 777   3,53   0,46%
  • LQ45 595   3,08   0,52%
  • ISSI 210   1,46   0,70%
  • IDX30 331   2,54   0,77%
  • IDXHIDIV20 423   3,72   0,89%
  • IDX80 89   0,46   0,52%
  • IDXV30 115   0,93   0,82%
  • IDXQ30 108   0,61   0,57%

Perpadi: Penggilingan padi kesulitan mendapatkan gabah


Senin, 22 Oktober 2018 / 21:55 WIB
ILUSTRASI. Petani panen padi


Reporter: | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Sekretaris Jenderal (Sekjen) Persatuan Pengusaha Penggilingan Padi dan Beras (Perpadi) Burhanuddin menjelaskan, saat ini penggilingan padi sedang mengalami kesulitan mendapatkan gabah karena hasil panen musim kedua ini sedikit, banyaknya penggilingan padi, dan kondisi pasar yang lesu.

“Sudah terlalu banyak penggilingan padi dan panen sudah mulai habis, sehingga berebut untuk mendapatkan gabah. Harga beras juga tidak sebanding dengan harga gabah saat ini,” lanjutnya kepada Kontan.co.id, Senin (22/10).

Menurut perkiraan Burhanuddin, saat ini harga gabah mengalami kenaikan sekitar Rp 4.800-Rp 5.200 per kg dibandingkan dengan beberapa bulan lalu sekitar Rp 4.400-Rp 4.600 per kg. “Prospek sampai akhir tahun, harga gabah diperkirakan akan ada kenaikan dan mungkin akan stabil tinggi,” ujarnya.

Burhanuddin menjelaskan, solusi untuk mengurangi kenaikan harga gabah tidak terlalu banyak yang bisa dilakukan karena saat ini sudah bukan musim panen lagi. Kalau beras ketika harga naik diatas Harga Eceran Tertinggi (HET) akan dilakukan operasi pasar, berbeda dengan ketika harga gabah naik.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×