kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.940.000   20.000   0,68%
  • USD/IDR 16.823   -77,00   -0,46%
  • IDX 7.997   61,42   0,77%
  • KOMPAS100 1.128   10,69   0,96%
  • LQ45 818   2,81   0,34%
  • ISSI 283   4,91   1,77%
  • IDX30 425   -1,04   -0,24%
  • IDXHIDIV20 511   -3,53   -0,69%
  • IDX80 126   0,93   0,74%
  • IDXV30 139   -0,14   -0,10%
  • IDXQ30 138   -0,76   -0,55%

Pertagas baru gunakan belanja modal US$ 200 juta


Kamis, 15 Oktober 2015 / 14:25 WIB
Pertagas baru gunakan belanja modal US$ 200 juta


Reporter: Febrina Ratna Iskana | Editor: Hendra Gunawan

JAKARTA. PT Pertamina Gas (Pertagas) baru menggunakan belanja modalnya (capital expenditure/capex) sebesar US$ 200 juta hingga September 2015. Padahal dalam rencana kerja anggaran perusahaan (RKAP) pada tahun ini, Pertagas menganggarkan alokasi dana untuk capex tahun 2015 mencapai US$ 315 juta.

Direktur Utama Pertagas, Hendra Jaya mengatakan penggunaan capex pada tahun ini memang mengalami penurunan. Penyebabnya ada sejumlah proyek yang masih terhambat pengerjaannya karena terdapat beberapa permasalahan. Seperti proyek pembangunan jalur pipa Belawan-Sei Mangkei yang penyelesaiannya mengalami kemunduran karena adanya keterlambatan izin untuk menggunakan jalan tol. Hingga September 2015, pembangunan pipa gas jalur Belawan-Sei Mangkei sudah mencapai 81%.

Namun Hendra menyebut saat ini Pertagas sudah bisa mendapatkan izin dan sudah melakukan proses konstruksi. "Target kami selesai Oktober, namun karena ada tantangan lokasi di jalan tol, maka kami menargetkan bisa selesai kuartal IV 2015,"kata Hendra pada Kamis (15/10).

Begitu juga dengan proyek pembangunan jalur pipa gas Porong-Grati yang diharapkan selesai pada Desember 2015. Proyek tersebut kemungkinan akan mengalami keterlambatan karena ada keterlambatan izin prinsip untuk menggunakan jalur tol. Hingga September 2015, pembangunan jalur pipa gas Porong-Grati baru mencapai 70%.

"Pembangunan pipa gas Muara Karang-Muara Tawar-Tegal Gede juga sempat mengalami hambatan karena melewati wilayah padat penduduk," kata Hendra.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×