kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.973.000   129.000   4,54%
  • USD/IDR 16.807   4,00   0,02%
  • IDX 8.147   24,12   0,30%
  • KOMPAS100 1.146   9,03   0,79%
  • LQ45 833   9,07   1,10%
  • ISSI 287   -1,72   -0,60%
  • IDX30 433   3,38   0,79%
  • IDXHIDIV20 520   5,37   1,04%
  • IDX80 128   1,27   1,00%
  • IDXV30 142   0,85   0,61%
  • IDXQ30 140   0,75   0,54%

Pertamina belum siap sepenuhnya pakai rupiah


Selasa, 14 Juli 2015 / 20:55 WIB
Pertamina belum siap sepenuhnya pakai rupiah


Sumber: TribunNews.com | Editor: Hendra Gunawan

JAKARTA. PT Pertamina (Persero) mengaku belum siap dengan seluruh transaksi yang harus menggunakan mata uang rupiah. Karena hal itu perseroan meminta keringanan ke Kementerian Keuangan dan Kementerian Perdagangan.

"Ketika kebijakan itu ada, kita langsung bereaksi dan mengajukan dispensasi ke Kementerian Keuangan dan Kementerian Perdagangan," ujar Direktur Utama Pertamina Dwi Soejipto, di Jakarta, Senin (14/7).

Alasan utama Pertamina belum bisa 100 persen menggunakan transaksi rupiah di dalam negeri, karena banyak bisnis yang dikembangkan dengan negara asing menggunakan dolar AS. Jika harus dikonversi ke rupiah, maka Pertamina harus menambah biaya.

"Jadi ini yang sedang kita urus, dan dalam proses," ungkap Dwi.

Direktur Jenderal Migas Kementerian ESDM IGN Wiratmaja memaparkan transaksi dibidang migas terbagi dengan tiga kategori. Satu, yang langsung bisa transaksi dalam rupiah, dua, yang masih perlu dievaluasi apa bisa rupiah atau tetap dollar, tiga memang harus dollar.

"Jadi nanti kedepan, kalau memang harus dolar ya akan pakai dolar. Migas itu seperti pengadaan elpiji untuk impor kan harus dolar, pengadaan LNG, sewa kapal asing, itu sedang dievaluasi," jelas Wiratmaja.

Pemerintah terus menggenjot penggunaan mata uang rupiah untuk semua transaksi lembaga pemerintah dan BUMN di wilayah NKRI.

Hal ini tertuang dalam Peraturan Bank Indonesia Nomor 17/3/PBI/2015 tentang kewajiban penggunaan rupiah dalam transaksi di dalam negeri. (Adiatmaputra Fajar Pratama)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
SPT Tahunan PPh Coretax: Mitigasi, Tips dan Kertas Kerja Investing From Zero

[X]
×