kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.920.000   30.000   1,04%
  • USD/IDR 16.900   45,00   0,27%
  • IDX 7.935   -168,62   -2,08%
  • KOMPAS100 1.117   -23,38   -2,05%
  • LQ45 816   -13,78   -1,66%
  • ISSI 278   -6,99   -2,45%
  • IDX30 426   -6,36   -1,47%
  • IDXHIDIV20 515   -6,10   -1,17%
  • IDX80 125   -2,26   -1,78%
  • IDXV30 139   -2,98   -2,10%
  • IDXQ30 139   -1,10   -0,79%

Pertamina Bitumen bidik volume penjualan tumbuh 55%


Minggu, 24 Januari 2021 / 19:12 WIB
Pertamina Bitumen bidik volume penjualan tumbuh 55%
ILUSTRASI. Program pembangunan jalan


Reporter: Sugeng Adji Soenarso | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Pertamina Bitumen masih belum akan meningkatkan kapasitas produksi aspal tahun ini. Menurutnya, pembangunan jalan tol di Indonesia cenderung menggunakan semen.

Corporate Secretary PT Pertamina Patra Niaga, Sub Holding Commercial & Trading PT Pertamina (Persero), Putut Andriatno menuturkan pembangunan jalan tol di Indonesia cenderung menggunakan semen dibandingkan aspal. Menurutnya, aspal biasanya digunakan untuk proses maintenance jalan tol, tetapi beberapa pembangunan jalan masih tetap menggunakan aspal sebagai pelapisnya.

"Pemenuhan kebutuhan aspal di Indonesia berasal dari 2 sumber yaitu kilang Pertamina 20%-25% dan produk impor 75%-80%," ujarnya kepada kontan.co.id, Jumat (22/1).

Baca Juga: Perusahaan migas berharap harga minyak bisa stabil di atas US$ 60 per barel

Oleh sebab itu, perusahaan belum akan meningkatkan kapasitas terpasangnya saat ini. Mengutip pada website resmi perusahaan, kemampuan produksi mencapai 600.000 MT/tahun.

Kendati begitu, ia menyebut perusahaan tetap berniat untuk meningkatkan utilisasi produksinya. Sayang, ia tidak membeberkan terkait realisasi utilisasi saat ini.

Peningkatan utilisasi itu juga seiring dengan target pertumbuhan penjualan produknya. "Tahun ini kami menetapkan target volume penjualan yang sangat menantang, yaitu terdapat peningkatan sekitar 55% dibandingkan dengan realisasi di tahun 2020," ujarnya.

Untuk mengejar target tersebut, perusahaan akan mengandalkan penjualan aspal melalui mekanisme channel distribution (Agen/Distributor). "Berdasarkan data tahun 2020, penguasaan pangsa pasar aspal Pertamina di Indonesia sekitar 56%," tutupnya.

Selanjutnya: Jaga produksi migas, Pertamina Hulu Mahakam luncurkan proyek Locomotive-8

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×