kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.827.000   -10.000   -0,35%
  • USD/IDR 17.049   32,00   0,19%
  • IDX 7.048   -43,45   -0,61%
  • KOMPAS100 972   -4,90   -0,50%
  • LQ45 716   -1,68   -0,23%
  • ISSI 251   -1,25   -0,50%
  • IDX30 389   -0,10   -0,03%
  • IDXHIDIV20 487   -1,85   -0,38%
  • IDX80 110   -0,59   -0,54%
  • IDXV30 135   -0,95   -0,70%
  • IDXQ30 127   0,03   0,02%

Pertamina Hulu Mahakam Catatkan Tambahan Produksi Gas dari Onstream Platform WPN-7


Selasa, 31 Maret 2026 / 21:35 WIB
Pertamina Hulu Mahakam Catatkan Tambahan Produksi Gas dari Onstream Platform WPN-7
ILUSTRASI. PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM) kembali mencatat keberhasilan pengeboran, yaitu pada sumur gas TN-Q4 (Dok/PHM)


Reporter: Diki Mardiansyah | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM) mencatatkan tambahan produksi gas dari proyek pengembangan Sisi Nubi Area of Interest (SNB AOI) 1-3-5 di Wilayah Kerja Mahakam, Kalimantan Timur.

Hal ini seiring keberhasilan onstream platform WPN-7 yang terdiri dari sumur NB-701 dan NB-702 pada 23–26 Maret 2026. Platform ini menjadi fasilitas ketiga yang telah berproduksi dari total enam platform dalam proyek tersebut.

Sumur NB-701 mencatatkan produksi awal sebesar 9,8 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD) pada 25 Maret 2026. Sementara itu, sumur NB-702 mulai berproduksi pada 26 Maret 2026 dengan capaian 12,5 MMSCFD.

Baca Juga: GINSI Kritik Kebijakan Batas Pengambilan Container, Rugikan Pelaku Usaha

Secara bertahap, PHM menargetkan produksi kedua sumur ini dapat dioptimalkan hingga mencapai 20 MMSCFD pada fase awal.

Capaian ini sesuai dengan target onstream pada akhir kuartal I-2026, melanjutkan progres dua platform sebelumnya, yakni WPS-4 yang mulai berproduksi pada Desember 2025 dan WPS-5 pada Februari 2026.

General Manager PHM, Setyo Sapto Edi, menegaskan bahwa pencapaian pada proyek ini menjadi bukti komitmen PHM dalam menghadirkan operasi hulu migas yang selamat, andal, dan berkelanjutan.

“Keberhasilan ini menunjukkan kesiapan PHM dalam mengoptimalkan potensi lapangan dengan tetap mengedepankan aspek keselamatan dan keandalan operasi. Setiap tahapan proyek hulu migas ini kami jalankan dengan disiplin tinggi untuk memastikan operasi berjalan selamat, efektif, dan efisien,” ujar Setyo dalam keterangan resmi, Selasa (31/3/2026).

Dalam pengoperasiannya, kedua sumur menggunakan metode controlled ramp-up untuk menjaga stabilitas tekanan dan aliran. Gas yang dihasilkan juga melewati proses penyaringan melalui sand filter guna menjaga keandalan fasilitas.

PHM merupakan anak usaha PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI) yang mengelola Wilayah Kerja Mahakam sebagai bagian dari kontraktor kontrak kerja sama di bawah pengawasan SKK Migas.

Baca Juga: Pembatasan Pembelian Pertalite akan Berdampak pada Operasional Angkutan Jarak Jauh

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Effective Warehouse Management

[X]
×