kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.946.000   102.000   3,59%
  • USD/IDR 16.785   0,00   0,00%
  • IDX 8.068   -54,86   -0,68%
  • KOMPAS100 1.133   -4,47   -0,39%
  • LQ45 823   -0,71   -0,09%
  • ISSI 285   -4,25   -1,47%
  • IDX30 429   -0,68   -0,16%
  • IDXHIDIV20 514   -0,40   -0,08%
  • IDX80 126   -0,28   -0,22%
  • IDXV30 141   -0,14   -0,10%
  • IDXQ30 139   -0,58   -0,42%

Pertamina: Konsumen BBM di Jawa manja


Rabu, 27 Agustus 2014 / 14:21 WIB
Pertamina: Konsumen BBM di Jawa manja
ILUSTRASI. Nasabah melakukan transaksi keuangan di kantor cabang Panin Bank, Jakarta, Rabu (1/4/2020).


Sumber: Kompas.com | Editor: Yudho Winarto

JAKARTA. PT Pertamina (Persero) menyebut bahwa kegaduhan kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi hanya terjadi di Pulau Jawa. Bahkan, Pertamina menyebut bahwa konsumen BBM di Jawa adalah konsumen yang manja.

"Seperti yang tadi dikatakan Pak Hanung (Direktur Pemasanan dan Niaga Pertamina) kalau di Kalimantan, Batam bisa menerima. Ini kan hanya di Jawa, makanya konsumen di Jawa ini konsumen manja," ujar VP Coorporate Communication Pertamina, Ali Mudakir di Bandara Halim Perdanakusuma, Rabu (27/8).

Ali memberikan contoh nyata, masyarakat di Batam sudah mampu menerima kebijakan pengurangan kuota BBM bersubsidi. Bahkan kata dia, Batam sudah menggunakan sistem pengendalian konsumsi bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi khususnya jenis Solar dengan menggunakan kartu survei. Dengan demikian, tidak ada dampak yang signifikan terhadap pengendalian konsumsi solar.

Sebelumnya, Direktur Pemasaran dan Niaga Pertamina, Hanung Budya menyatakan bahwa masyarakat di bebagai daerah bisa menerima kebijakan pembatasan kuota BBM bersubsidi tersebut. "Kita berusaha keras untuk menyedikan BBM non subsidi. Di Kalimantan di Sumatera, di Sulawesi, Papua, bisa menerima. Misal solar habis jam empat ya sudah mereka beli besoknya," kata Hanung. (Yoga Sukmana)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×