kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.893.000   30.000   1,05%
  • USD/IDR 17.161   17,00   0,10%
  • IDX 7.686   10,05   0,13%
  • KOMPAS100 1.065   2,70   0,25%
  • LQ45 767   2,66   0,35%
  • ISSI 279   2,09   0,75%
  • IDX30 408   1,66   0,41%
  • IDXHIDIV20 493   1,92   0,39%
  • IDX80 119   0,39   0,33%
  • IDXV30 139   2,00   1,46%
  • IDXQ30 130   0,29   0,22%

Pertamina Patra Niaga Perkuat Inklusi Sosial, BERBISIK Jadi Andalan di Balongan


Rabu, 15 April 2026 / 13:01 WIB
Pertamina Patra Niaga Perkuat Inklusi Sosial, BERBISIK Jadi Andalan di Balongan
ILUSTRASI. PT Pertamina Patra Niaga (PPN) (Dok./PT Pertamina Patra Niaga (PPN))


Reporter: Yudho Winarto | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Pertamina Patra Niaga (PPN) terus memperkuat komitmen pemberdayaan masyarakat di sekitar wilayah operasionalnya.

Salah satu implementasinya dijalankan di Kilang Balongan, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) bertajuk BERBISIK (Berdaya, Berkolaborasi Inklusif, Inovasi dan Karya).

Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth M.V. Dumatubun mengatakan, meski namanya terdengar lembut, program BERBISIK membawa pesan kuat tentang kesetaraan, kemandirian ekonomi, dan inovasi lingkungan.

Baca Juga: Kemenkes Terapkan Label Nutri-Level Bertahap, Dimulai dari Minuman Industri Besar

“BERBISIK justru membawa pesan yang lantang mengenai kesetaraan, kemandirian ekonomi, dan inovasi lingkungan,” ujarnya melalui keterangan resmi Rabu (15/4/2026).

Program ini merupakan pengembangan dari inisiatif sebelumnya, yakni Gagak Winangsih (Gerakan Gabungan Lingkungan Bersih dan Inklusif) 2024.

BERBISIK hadir dengan konsep yang lebih matang, bertransformasi dari collaboration hub menjadi inclusive pathway, yakni wadah kolaborasi lintas sektor yang mengarah pada pembangunan berkelanjutan yang inklusif.

Menjawab Tantangan Sosial dan Lingkungan

Program ini dirancang untuk menjawab berbagai persoalan di sekitar Kilang Balongan, khususnya di Desa Balongan, Kelurahan Lemahmekar, dan Kelurahan Karangmalang.

Permasalahan tersebut meliputi keterbatasan akses pendidikan dan pekerjaan layak bagi penyandang disabilitas, khususnya tunarungu, hingga persoalan pengelolaan sampah.

Baca Juga: Harga Plastik Meledak hingga 80%, Inaplas: Pasar Masuk Era Ganti Harga

Implementasi BERBISIK dimulai dari pengembangan basic skill guna membangun kepercayaan diri dan keterampilan dasar masyarakat, baik difabel maupun non-difabel.

Selanjutnya, peserta didorong menuju tahap profesional, kewirausahaan, hingga advokasi kebijakan.

“Dengan demikian, masyarakat tidak hanya menerima manfaat sesaat, tetapi memiliki kesempatan untuk tumbuh secara berkelanjutan,” jelas Roberth.

Pendekatan Partisipatif dan Berkelanjutan

BERBISIK mengusung pendekatan partisipatif, transformatif, dan terintegrasi. Dalam program ini, masyarakat diposisikan sebagai subjek pembangunan, bukan sekadar objek penerima bantuan. Mereka mendapatkan akses terhadap sumber daya produktif, penguatan kapasitas, serta pengakuan atas peran aktif dalam pembangunan sosial dan ekonomi.

Baca Juga: Kenaikan Pajak Air Tanah Terlalu Tinggi, Pelaku Usaha Minuman Ringan Khawatir

Sejumlah subprogram pun lahir dari inisiatif ini. Di antaranya Bank Sampah Wiralodra yang fokus pada pengelolaan sampah di Desa Balongan, termasuk pengembangan bank sampah di Lapas Kelas IIB Indramayu yang dikelola warga binaan.

Selain itu, terdapat Kedai Kopi Teman Istimewa yang dikelola oleh penyandang difabel tunarungu.

Kedai ini menjadi ruang inklusi sekaligus sarana pengembangan keterampilan, kepercayaan diri, dan kemandirian ekonomi bagi para pengelolanya.

Dampak Nyata di Berbagai Sektor

Program BERBISIK memberikan dampak signifikan secara sosial, lingkungan, dan ekonomi.

Dari sisi sosial, program ini telah memberdayakan berbagai kelompok rentan, termasuk 155 penyandang difabel, 11 warga kurang mampu, 32 perempuan, serta kelompok lansia, anak-anak rentan, dan 55 warga binaan lapas.

Secara tidak langsung, lebih dari 10.000 masyarakat di Kabupaten Indramayu turut merasakan manfaatnya.

Baca Juga: DPR Dorong MIND ID Percepat Akuisisi Tambang untuk Perkuat Cadangan Mineral

Di sektor lingkungan, program ini mampu mengolah hingga 1,8 ton sampah organik per tahun dan menurunkan emisi karbon sebesar 223.228,8 kg CO2 ekuivalen per tahun. Selain itu, pengolahan minyak jelantah mencapai 240 liter per tahun.

Sementara dari sisi ekonomi, program ini mencatat kinerja yang menjanjikan. Produk hasil olahan sampah plastik menghasilkan omzet lebih dari Rp270 juta per tahun.

Kedai Kopi Teman Istimewa dan workshop kreatif mencatat omzet lebih dari Rp220 juta per tahun, sedangkan warga binaan lapas memperoleh pendapatan hingga Rp74 juta per tahun.

Dukung SDGs dan Raih Proper Emas

Program BERBISIK juga menjadi bentuk dukungan terhadap Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya dalam pengentasan kemiskinan, kesetaraan gender, penciptaan pekerjaan layak, dan aksi terhadap perubahan iklim.

Baca Juga: PGEO Bakal Masuk ke Bisnis Sewa Generator Hydrogen Fuel Cell

Inovasi sosial ini turut mengantarkan Kilang Balongan meraih penghargaan Proper Emas 2025—yang menjadi raihan kedelapan bagi fasilitas tersebut.

“Inovasi dan kolaborasi yang dilakukan telah menumbuhkan kesetaraan dan kemandirian ekonomi masyarakat. Kami berharap program ini dapat menjadi inspirasi bagi wilayah lain,” tutup Roberth.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Effective Warehouse Management

[X]
×