kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.893.000   30.000   1,05%
  • USD/IDR 17.156   12,00   0,07%
  • IDX 7.712   35,76   0,47%
  • KOMPAS100 1.068   5,42   0,51%
  • LQ45 768   3,64   0,48%
  • ISSI 280   3,00   1,08%
  • IDX30 409   2,69   0,66%
  • IDXHIDIV20 494   2,45   0,50%
  • IDX80 119   0,62   0,52%
  • IDXV30 139   2,30   1,68%
  • IDXQ30 130   0,44   0,34%

DPR Dorong MIND ID Percepat Akuisisi Tambang untuk Perkuat Cadangan Mineral


Rabu, 15 April 2026 / 10:20 WIB
DPR Dorong MIND ID Percepat Akuisisi Tambang untuk Perkuat Cadangan Mineral
ILUSTRASI. MIND ID (Dok/MIND ID)


Reporter: Leni Wandira | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Komisi XII DPR RI menyatakan dukungan penuh terhadap langkah strategis MIND ID dalam memperkuat cadangan mineral nasional, termasuk melalui ekspansi dan akuisisi. 

Bahkan, DPR menegaskan kesiapan memberikan “karpet merah” berupa dukungan regulasi dan kemudahan perizinan guna memastikan ketahanan sumber daya mineral sebagai fondasi pertumbuhan ekonomi.

Dukungan ini mencerminkan sikap kolektif lintas fraksi di Komisi XII yang menilai penguatan cadangan mineral menjadi krusial di tengah dinamika geopolitik global dan meningkatnya kebutuhan komoditas untuk transisi energi. 

Baca Juga: PGEO Bakal Masuk ke Bisnis Sewa Generator Hydrogen Fuel Cell

Anggota Komisi XII DPR RI dari Fraksi Gerindra, Rokhmat Ardiyan, menegaskan pihaknya mendukung penuh langkah ekspansi MIND ID, termasuk melalui akuisisi perusahaan tambang.

“Kami memberikan karpet merah, mendukung regulasi dan kemudahan perizinan agar MIND ID dapat terus meningkatkan kinerja dan memperkuat aset melalui akuisisi,” ujar Rokhmat dalam RDP Komisi XII DPR RI, dikutip Rabu (15/4).

Ia menilai kinerja MIND ID sepanjang 2025 menunjukkan fundamental yang kuat, dengan laba meningkat lebih dari 13 persen menjadi Rp29 triliun, kontribusi kepada negara mencapai Rp159 triliun, serta EBITDA sebesar Rp42 triliun. Capaian tersebut dinilai mencerminkan perusahaan yang sehat dan siap melakukan ekspansi lebih agresif.

Senada, anggota Komisi XII DPR RI dari Fraksi PKS, Abdul Nasir, menekankan pentingnya penguatan cadangan mineral untuk menjawab lonjakan kebutuhan di masa depan, terutama seiring percepatan elektrifikasi dan transisi energi. 

Ia menilai MIND ID perlu aktif mencari peluang tambang baru, termasuk yang belum dieksplorasi, guna memastikan keberlanjutan pasokan mineral strategis nasional. Menurutnya, langkah ini penting agar Indonesia tidak bergantung pada impor dan mampu memperkuat posisi dalam rantai pasok global.

“Kebutuhan akan meningkat, terutama untuk mendukung transformasi energi. Karena itu eksplorasi dan penguatan cadangan menjadi hal yang sangat penting,” ujarnya.

Wakil Ketua Komisi XII DPR RI, Sugeng Suparwoto, menambahkan bahwa sektor pertambangan melalui kebijakan hilirisasi merupakan agenda strategis nasional dalam mendorong transformasi ekonomi dan mengejar target pertumbuhan hingga 8 persen pada 2029.

Ia menegaskan MIND ID sebagai holding pertambangan dituntut mampu melakukan transformasi dari hulu hingga hilir, sekaligus adaptif terhadap dinamika industri global. 

Kinerja MIND ID yang konsisten, termasuk masuk dalam Fortune Indonesia 100 tahun 2025, dinilai menjadi bukti kontribusi signifikan terhadap perekonomian nasional.

“Hilirisasi menjadi kunci peningkatan nilai tambah komoditas, mulai dari nikel, bauksit, hingga batubara,” kata Sugeng.

Meski demikian, DPR juga mengingatkan sejumlah tantangan dalam implementasi proyek hilirisasi, mulai dari tingginya biaya investasi, ketergantungan pada teknologi asing, hingga kendala pasokan energi dan bahan baku. Kondisi ini dinilai memerlukan strategi yang lebih adaptif dan terintegrasi.

Komisi XII DPR RI menegaskan komitmennya untuk terus mendukung langkah strategis MIND ID, termasuk dalam memperkuat cadangan mineral melalui eksplorasi dan akuisisi, sebagai fondasi utama menjaga ketahanan ekonomi nasional sekaligus memanfaatkan peluang dari tren global energi bersih.

Baca Juga: Pupuk Kaltim dan SP KKPKT Teken Kesepakatan

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Video Terkait



TERBARU

[X]
×