kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.947.000   -7.000   -0,24%
  • USD/IDR 16.799   -31,00   -0,18%
  • IDX 8.189   57,61   0,71%
  • KOMPAS100 1.156   9,88   0,86%
  • LQ45 834   4,43   0,53%
  • ISSI 291   2,88   1,00%
  • IDX30 432   1,30   0,30%
  • IDXHIDIV20 517   -1,40   -0,27%
  • IDX80 129   1,12   0,88%
  • IDXV30 141   -0,06   -0,04%
  • IDXQ30 140   -0,22   -0,16%

Pertamina Prediksi Konsumsi Solar pada Tahun 2026 Tembus 18,8 Juta KL


Selasa, 27 Januari 2026 / 16:52 WIB
Pertamina Prediksi Konsumsi Solar pada Tahun 2026 Tembus 18,8 Juta KL
ILUSTRASI. Pengisian BBM Biosolar di SPBU (KONTAN/Baihaki) Pertamina Patra Niaga memproyeksikan penyaluran solar pada 2026 berpotensi melampaui kuota yang ditetapkan pemerintah sebesar 18,8 juta KL. ?


Reporter: Diki Mardiansyah | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Pertamina Patra Niaga memproyeksikan penyaluran solar pada 2026 berpotensi melampaui kuota yang ditetapkan pemerintah sebesar 18,8 juta kiloliter (KL). 

Pertamina memperkirakan konsumsi solar akan lebih tinggi sekitar 3,1% dari kuota, seiring munculnya sejumlah kebutuhan nasional yang belum sepenuhnya terakomodasi dalam penetapan kuota.

Wakil Direktur Utama Pertamina Patra Niaga Achmad Muchtasyar mengatakan, secara historis konsumsi solar memang menunjukkan tren kenaikan rata-rata 1,8% per tahun dan masih relatif terkendali. Bahkan pada 2025, selisih antara kuota dan realisasi justru tercatat turun sekitar 1,6%.

Baca Juga: Pertamina Usul Tiap Rumah Tangga Maksimal Beli LPG 3 Kg 10 Kali per Bulan

“Namun, kuota yang disiapkan pemerintah untuk 2026 dan prognosa yang kita perhitungkan itu akan terjadi kenaikan atau over kuota,” ujar Achmad dalam Rapat Dengar Pendapat bersama Komisi XII DPR RI, Selasa (27/1/2026).

Menurut Achmad, potensi kelebihan kuota tersebut dipicu oleh tambahan pemanfaatan solar untuk berbagai program dan kebutuhan nasional yang sebelumnya belum diperhitungkan.

Beberapa di antaranya meliputi penanganan pascabencana, program penggaraman nasional, Koperasi Nelayan Merah Putih, hingga Brigade Pangan.

Meski demikian, Pertamina Patra Niaga masih akan mencermati perkembangan realisasi penyaluran sepanjang tahun berjalan sebagai dasar evaluasi dan kemungkinan revisi kuota.

Sementara itu, untuk minyak tanah dan pertalite sebagai BBM bersubsidi, Achmad menilai realisasi penyalurannya relatif aman dan masih sejalan dengan kuota yang ditetapkan pemerintah.

Bahkan, pada 2026 diproyeksikan terdapat sedikit penurunan antara kuota dan realisasi, meski dengan selisih yang sangat tipis. 

Baca Juga: Mulai 1 Februari 2026, Citilink Layani Rute Jakarta-Tanjung Pinang 7 Kali Seminggu

Selanjutnya: Indika Energy (INDY) Tambah 500 Motor Listrik ALVA N3 untuk Logistik Dash Electric

Menarik Dibaca: Tren Warna Biru 2026 dari Dulux, Ini Manfaatnya untuk Hunian

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×