kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.553   53,00   0,30%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Pertamina restrukturisasi anak usaha luar negeri


Rabu, 29 April 2015 / 21:38 WIB
ILUSTRASI. Daun sirih mengobati keputihan.


Sumber: Antara | Editor: Uji Agung Santosa

JAKARTA. Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Dwi Soetjipto mengatakan segera merestrukturisasi anak usaha yang berada di luar negeri termasuk Pertamina Energy Trading Ltd (PT Petral).

"Restrukturisasi aset anak usaha untuk dijadikan sebagai perpanjangan tangan Pertamina dalam mengelola bisnis hilir migas di internasional," kata Dwi usai menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Pertamina di Kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Rabu.

Menurut Dwi, saat ini pihaknya sedang menyelesaikan kajian untuk selanjutnya meminta persetujuan komisaris dan Kementerian BUMN selaku kuasa pemegang saham Pertamina.

"Kajian diharapkan selesai secepatnya, namun tergantung pembahasan dengan komisaris dan pemegang saham," ujarnya.

Terkait Petral, Dwi menuturkan anak usaha Pertamina yang selama ini ditugasi dalam hal ekspor-impor minyak ini juga menjadi salah satu fokus pengambilalihan aset anak usaha.

"Intinya Petral dibubarkan baik yang di Singapura maupun di Hongkong. Berapa total aset dan bagaimana caranya nanti saya ungkapkan kalau sudah ada 'action'nya," kata Dwi.

Sebelumnya Menteri BUMN Rini Soemarno mengisyaratkan bahwa pemerintah segera membubarkan Petral.

"Insya-Allah tahun ini (sudah ada keputusan). Saya sudah mendapat laporan dari Pertamina, selanjutnya saya akan sampaikan kepada Bapak Presiden (Jokowi) untuk mengambil keputusan," kata Rini.

Meski begitu, Rini menuturkan sejauh ini laporan dari Pertamina baru menyangkut soal operasional Petral.

"Saya meminta yang detil lagi, termasuk menyangkut hukum dan karyawannya," ujar Rini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×