kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.837.000   27.000   0,96%
  • USD/IDR 16.991   62,00   0,37%
  • IDX 7.097   -67,03   -0,94%
  • KOMPAS100 977   -12,33   -1,25%
  • LQ45 719   -12,76   -1,74%
  • ISSI 250   -1,82   -0,73%
  • IDX30 391   -7,50   -1,88%
  • IDXHIDIV20 489   -9,60   -1,93%
  • IDX80 110   -1,54   -1,38%
  • IDXV30 134   -2,11   -1,54%
  • IDXQ30 128   -2,18   -1,68%

Pertamina restrukturisasi anak usaha luar negeri


Rabu, 29 April 2015 / 21:38 WIB
Pertamina restrukturisasi anak usaha luar negeri
ILUSTRASI. Daun sirih mengobati keputihan.


Sumber: Antara | Editor: Uji Agung Santosa

JAKARTA. Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Dwi Soetjipto mengatakan segera merestrukturisasi anak usaha yang berada di luar negeri termasuk Pertamina Energy Trading Ltd (PT Petral).

"Restrukturisasi aset anak usaha untuk dijadikan sebagai perpanjangan tangan Pertamina dalam mengelola bisnis hilir migas di internasional," kata Dwi usai menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Pertamina di Kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Rabu.

Menurut Dwi, saat ini pihaknya sedang menyelesaikan kajian untuk selanjutnya meminta persetujuan komisaris dan Kementerian BUMN selaku kuasa pemegang saham Pertamina.

"Kajian diharapkan selesai secepatnya, namun tergantung pembahasan dengan komisaris dan pemegang saham," ujarnya.

Terkait Petral, Dwi menuturkan anak usaha Pertamina yang selama ini ditugasi dalam hal ekspor-impor minyak ini juga menjadi salah satu fokus pengambilalihan aset anak usaha.

"Intinya Petral dibubarkan baik yang di Singapura maupun di Hongkong. Berapa total aset dan bagaimana caranya nanti saya ungkapkan kalau sudah ada 'action'nya," kata Dwi.

Sebelumnya Menteri BUMN Rini Soemarno mengisyaratkan bahwa pemerintah segera membubarkan Petral.

"Insya-Allah tahun ini (sudah ada keputusan). Saya sudah mendapat laporan dari Pertamina, selanjutnya saya akan sampaikan kepada Bapak Presiden (Jokowi) untuk mengambil keputusan," kata Rini.

Meski begitu, Rini menuturkan sejauh ini laporan dari Pertamina baru menyangkut soal operasional Petral.

"Saya meminta yang detil lagi, termasuk menyangkut hukum dan karyawannya," ujar Rini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×