kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 18.013   50,00   0,28%
  • IDX 5.745   49,44   0,87%
  • KOMPAS100 744   8,79   1,19%
  • LQ45 565   8,75   1,57%
  • ISSI 199   0,85   0,43%
  • IDX30 321   4,92   1,56%
  • IDXHIDIV20 395   5,89   1,52%
  • IDX80 85   1,16   1,39%
  • IDXV30 107   1,21   1,14%
  • IDXQ30 103   1,26   1,24%

Pertamina targetkan subholding migas rampung Agustus 2018


Senin, 16 April 2018 / 17:25 WIB
ILUSTRASI. ILUSTRASI OPINI - Berharap pada Holding BUMN Migas


Reporter: Febrina Ratna Iskana | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Pertamina (Persero) selaku induk Holding BUMN Migas masih butuh waktu untuk membentuk subholding di bawah holding BUMN migas. 

Direktur Logistik, Supply Chain dan Infrastruktur sekaligus Pelaksana tugas (Plt) Direktur Sumber Daya Manusia (SDM) Pertamina Nicke Widyawati mengatakan Pertamina masih butuh waktu selama empat bulan untuk membentuk subholding. "Targetnya kapan ya, empat bulanlah. Kan tanggal lahirnya 11 (April)," kata Nicke Senin (16/4).

Diharapkan seluruh transaksi pembentukan subholding hulu dan subholding gas tersebut bisa selesai pada Agustus 2018."(Transaksi) Maunya sih begitu, mudah mudahan lancar," imbuh Nicke.

Lebih lanjut Nicke bilang saat ini ada dua opsi pembentukan subhoding yaitu opsi akusisi dan swap. Tapi keputusan terkait skema yang akan diambil dalam transaksi ini akan tergantung pada valuasi Pertagas dan Saka Energi Indonesia.

Selain itu, Pertamina juga harus melihat cash flow terlebih dahulu sebelum memutuskan opsi akusisi atau swap dalam pembentukan subholding migas. "Yang pasti kan semua divaluasi dulu, mekanismenya seperti apa nanti. Jangan sampai cash flow-nya PGN bermasalah," jelas Nicke.

Seperti diketahui, pasca terbentuknya holding BUMN migas pada 11 April 2018 lalu, Kementerian BUMN dan Pertamina akan membentuk subholding.

Subholding akan terdiri dari subholding gas, subholding hulu, subholding pemasaran, dan subholding hilir. Subholding gas akan terdiri dari Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) dan Pertamina Gas. Rencana awalnya PGN akan mengakusisi Pertagas untuk membentuk subholding.

Sementara subholding hulu terdiri dari Pertamina hulu dan Saka Energi Indonesia. Pertamina akan rencananya akan mengakusisi Saka Energi Indonesia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×