kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.545.000   -20.000   -0,78%
  • USD/IDR 18.109   16,00   0,09%
  • IDX 5.050   20,17   0,40%
  • KOMPAS100 649   1,43   0,22%
  • LQ45 518   4,63   0,90%
  • ISSI 164   -2,40   -1,44%
  • IDX30 292   2,74   0,95%
  • IDXHIDIV20 394   5,37   1,38%
  • IDX80 75   0,27   0,36%
  • IDXV30 108   0,37   0,34%
  • IDXQ30 99   1,18   1,21%

Perundingan buntu, buruh Adidas lapor Komnas HAM


Rabu, 24 Oktober 2012 / 08:26 WIB
ILUSTRASI. Karyawan melintas di dekat layar monitor pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (29/6/2021). ANTARA FOTO/Galih Pradipta/hp.


Reporter: Margareta Engge Kharismawati | Editor: Asnil Amri

JAKARTA. Konflik tenaga kerja buruh sepatu Adidas dan Mizuno dengan PT Panarub Dwikarya (PDK) diperkirakan bakal berlanjut. Sebab, hasil perundingan antara buruh dan manajemen yang dilakukan Kamis (18/10) lalu tidak berbuah kesepakatan.

"Tidak ada hasil dari perundingan kemarin. PDK tidak mau memberikan kompensasi apapun," ucap Ketua Umum Gabungan Serikat Buruh Independen (GSBI) Rudi HB Daman kepada KONTAN, Selasa di Jakarta, Selasa (23/10).

Rudi mengungkapkan, pihak PDK menganggap, 1.300 buruh Adidas dan Mizuno yang di PHK (Pemutusan Hubungan Kerja) mengundurkan diri dari perusahaan, sehingga tidak perlu diberikan kompensasi apapun.

Karena tidak mencapai kesepakatan, Rudi kemarin kemarin (22/10) mengadukan permasalahan buruh itu ke Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM). "Senin kemarin kami sudah mengadukan kasus ini ke Komnas HAM," tukas Rudi.

Sebagai informasi, 1.300 buruh pabrik sepatu Adidas dan Mizuno yang dikendalikan PT Panarub Dwikarya (PDK) mengalami PHK sepihak bulan Juli 2012 lalu. Sejak dinyatakan PHK oleh perusahaan bulan Juli lalu, 1.300 orang buruh PDK tersebut  tidak lagi mendapatkan upah yang seharusnya mereka dapatkan.

Demi memperjuangkan nasibnya, para buruh Adidas dan Mizuno itu menggelar aksi demonstrasi di depan pabrik PT Panarub Dwikarya. Mereka menuntut dipekerjakan kembali, termasuk sisa upah rapelan tahun 2012.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×