kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.920.000   30.000   1,04%
  • USD/IDR 16.893   -7,00   -0,04%
  • IDX 7.935   -168,62   -2,08%
  • KOMPAS100 1.117   -23,38   -2,05%
  • LQ45 816   -13,78   -1,66%
  • ISSI 278   -6,99   -2,45%
  • IDX30 426   -6,36   -1,47%
  • IDXHIDIV20 515   -6,10   -1,17%
  • IDX80 125   -2,26   -1,78%
  • IDXV30 139   -2,98   -2,10%
  • IDXQ30 139   -1,10   -0,79%

Perusahaan batubara berharap kenaikan HBA dapat berlanjut


Kamis, 08 Agustus 2019 / 19:11 WIB
Perusahaan batubara berharap kenaikan HBA dapat berlanjut


Reporter: Ika Puspitasari | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Usai mengalami penurunan dari September 2018 lalu Harga Batubara Acuan (HBA) akhirnya mengalami kenaikan pada Agustus 2019. HBA Agustus 2019 ini naik tipis 1,04% menjadi US$ 72,67 per ton, ketimbang HBA Juli lalu hanya berada di angka US$ 71,92 per ton.

Melihat hal ini produsen batubara berharap agar tren kenaikan harga bisa bertahan lebih lama. Head Of Corporate Communication PT Indika Energy Tbk (INDY, anggota indeks Kompas100 ini) Leonardus Herwindo menyampaikan, perusahaan menyambut baik kenaikan harga batubara acuan di bulan ini yang mencetak kenaikan bulanan pertama sejak Agustus tahun lalu.

Baca Juga: Trans Power (TPMA) sebut pihaknya kewalahan menangani permintaan angkutan batubara

Meski demikian, sambungnya, saat ini masih sulit untuk memastikan bahwa kenaikan harga ini akan terus berlanjut mengingat banyak faktor eksternal yang turut menentukan dinamika harga batubara di antaranya permintaan dari China sebagai konsumen batubara terbesar di dunia.

Ia bilang untuk menjaga kinerja keuangan Perusahaan karena batubara memiliki volatilitas harga yang tinggi, INDY fokus dalam penguatan internal dan terus mengupayakan efisiensi.

Baca Juga: Penerimaan negara diprediksi menciut akibat pertumbuhan ekonomi lesu

“Kami mengoptimalkan kinerja dengan menekan biaya-biaya di seluruh organisasi, menjalankan pembelanjaan modal dengan cermat, serta terus melihat peluang untuk diversifikasi usaha khususnya di bidang non-batubara,” katanya pada Kontan.co.id, Kamis (8/8).

Pada tahun ini INDY menargetkan produksi batubara sebanyak 34 juta ton dan dari Multi Tambangjaya Utama (MUTU) sebanyak 1,5 juta ton tahun 2019. Sepanjang semester I 2019, produksi dari Kideco sebesar 16,5 juta ton sementara dari MUTU berhasil mengeduk emas hitam sebanyak 704.000 ton.

Baca Juga: Produsen batubara komitmen penuhi kewajiban DMO 25%

Mengenai harga, ia menjelaskan rata-rata harga batubara Kideco per Juni 2019 sebesar US$ 46,3 per ton, sedangkan batubara MUTU per Juni 2019 sebesar US$ 81,2 per ton.

Begitu pula dengan PT Golden Energy Mines Tbk (GEMS), Sekretaris GEMS Sudin Sudirman menyampaikan berharap agar tren kenaikan harga bisa bertahan lebih lama.

Baca Juga: Meski Kinerja Turun, Saham BUMI Masih Direkomendasikan Beli

“Syukur kalo tren kenaikan harga bisa bertahan lebih lama. Kami pikir pergerakan harga itu belum mengubah valuasi bisnis karena masih perlu waktu untuk melihat apakah tren kenaikan ini stabil di bulan-bulan yang akan datang,” jelasnya pada Kontan.co.id, Kamis (8/8).

Meski keadaan harga batubara masih fluktuatif pihaknya optimistis mampu mencapai target produksi batubara pada 2019. Pada tahun ini GEMS membidik produksi batubara sebesar 28 juta ton batubara.

Ia mengaku produksi hingga Juni tahun ini masih sejalan dengan target. “Rata-rata harganya berbeda karena GEMS group punya beberapa tambang di anak perusahaan,” ungkapnya.

Baca Juga: Wow, Juli 2019 Impor Batubara China Naik Hampir 20%

Sementara itu, Sekretaris Perusahaan PT United Tractors Tbk (UNTR, anggota indeks Kompas100 ini) Sara K. Loebis menilai naik dan turun harga batubara masih berada dalam asumsi perusahaan sehingga tidak menyebabkan perubahan dalam rencana kerja dan target produksi. “Target produksi masih sesuai rencana, tidak ada yang berubah,” ucapnya.

Pada 2019 mereka menargetkan produksi batubara 9 juta ton, hingga Juni 2019 sudah terealisasi 4,92 juta ton. Sara optimistis mampu mengejar target produksi pada semester 2 2019. Sayangnya ia belum dapat menyampaikan rata-rata harga batubara UNTR.

Direktur PT Bayan Resources Tbk (BYAN) Jenny Quantero berharap, kenaikan harga batubara acuan bulan ini bakal memanaskan industri batubara.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×