kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45786,44   -4,02   -0.51%
  • EMAS1.008.000 0,00%
  • RD.SAHAM 0.34%
  • RD.CAMPURAN 0.20%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.10%

Petani cengkeh mencari pasar baru


Kamis, 05 Oktober 2017 / 20:49 WIB
Petani cengkeh mencari pasar baru


Reporter: Lidya Yuniartha | Editor: Sanny Cicilia

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kementerian Pertanian (Kemtan) berjanji akan mengembalikan kejayaan rempah Indonesia, yang tersohor sejak penjajahan Belanda. Abdul Azis Sosek, Kasubdit Lada, Pala, Cengkeh Kemtan mengatakan, pemerintah akan fokus pada komoditas rempah pala, lada, dan cengkeh, serta komoditas spesifiki lokal.

Selain fokus pada produksi, I ketut Budiman, Sekjen Asosiasi Petani Cengkeh Indonesia (APCI) meminta pemerintah juga membantu meningkatkan permintaan atas cengkeh.

"Saat ini cengkeh hanya digunakan untuk memenuhi kebutuhan industri rokok. Kalau begini terus kan bahaya. Kalau nanti oversupply mau bagaimana. Lebih baik diadakan studi untuk melihat cengkeh bisa digunakan untuk apa lagi. Cengkeh bisa untuk makanan, farmasi, dan kosmetik walau jumlah sedikit. Kalau kelebihan produksi juga nanti harganya turun terus," tutur I Ketut Budiman kepada KONTAN, Kamis (5/10).

Dia pun berpendapat pada zaman dulu kebutuhan atas rempah masih sangat banyak mengingat rempah digunakan sebagai penghangat. Menurutnya, dengan perkembangan zaman saat ini permintaah rempah khususnya di Eropa pun mengalami penurunan.

Meski pemerintah mulai menganggarkan dana untuk pemenuhan bibit cengkeh, namun pohon cengkeh baru bisa berproduksi secara optimal 7-8 tahun setelah penanaman. Sementara itu pemerintah belum melakukan tindakan replanting (peremajaan) tahun ini.

"Replanting sudah dilakukan secara alami oleh pentani. Kalau ada pohon yang rusak diganti oleh petani. Tindakan dari pemerintah belum ada. Tetapi saya dengar pemerintah memang sudah ada anggaran dana untuk rempah di tahun depan. Untuk cengkeh saya dengar ada tetapi untuk angkanya saya belum tahu berapa anggarannya," tuturnya.

Tahun ini, produksi cengkeh di Indonesia juga masih mengalami penurunan. Hingga akhir tahun diperkirakan total produksi hanya 20% dari total produksi cengkeh tahun sebelumnya atau sekitar 10.000 - 20.000 ton. Meskipun kebutuhan industri atas cengkeh sekitar 100.000 - 110.000 ton, namun industri masih memiliki cadangan cengkeh sehingga harga kopi tidak meningkat drastis. Bahkan, harga cengkeh masih berkisar Rp 100.000.

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.



TERBARU

[X]
×