kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.675.000   11.000   0,41%
  • USD/IDR 17.842   -48,00   -0,27%
  • IDX 6.402   100,12   1,59%
  • KOMPAS100 829   5,89   0,72%
  • LQ45 632   5,12   0,82%
  • ISSI 223   5,51   2,54%
  • IDX30 354   2,79   0,80%
  • IDXHIDIV20 430   2,74   0,64%
  • IDX80 95   0,68   0,73%
  • IDXV30 119   1,18   1,00%
  • IDXQ30 112   0,79   0,71%

Petani minta pemerintah tidak impor cabai


Kamis, 27 Oktober 2016 / 22:09 WIB


Sumber: Antara | Editor: Yudho Winarto

Ketua Kelompok Tani Sidodadi, Desa Campursari Kecamatan Ngadirejo, Temanggung, Yasmadi menyatakan pihaknya selama ini mampu memasok 1 ton cabai untuk kegiatan operasi pasar yang dilaksanakan Ditjen Hortikultura Kementan, terkait upaya stabilisasi harga cabai.

Untuk kegiatan operasi pasar tersebut, tambahnya, petani di bawah kelompoknya menjual cabai rawit sebesar Rp15.000/kg serta cabe besart Rp22.000/kg keduanya lebih rendah dari harga yang dijual untuk pasar yakni Rp32.000/kg dan Rp45.000/kg.

"Ini sebagai komitmen kami selaku petani untuk membantu pemerintah menjaga harga cabai agar tidak melonjak," katanya.

Menurut data Ditjen Hortikultura Kementerian Pertanian potensi areal pengembangan usaha cabai di Kabupaten Magelang mencapai 3.525 hektar yang tersebar di 12 kecamatan sentra produksi cabai di antaranya Pakis, Sawangan, Srumbung dan Secang dengan produktivitas masing-masing 7 ton untuk cabai rawit dan 6,7 ton/ha untuk cabai keriting.

Sedangkan di Kabupaten Temanggung rencana luas tanam cabai besar mencapai 2.972 ha dan cabai rawit 1.536 ha dengan produksi masing-masing 141.969 kuintal dan 67.212 kuintal yang tersebar di sejumlah kecamatan antara lain Ngadirejo, Candiroto, Bulu, Parakan, dan Selopampang.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×