kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.859.000   40.000   1,42%
  • USD/IDR 17.535   104,00   0,60%
  • IDX 6.859   -46,72   -0,68%
  • KOMPAS100 916   0,38   0,04%
  • LQ45 670   1,21   0,18%
  • ISSI 248   -2,34   -0,93%
  • IDX30 377   0,90   0,24%
  • IDXHIDIV20 461   -0,72   -0,16%
  • IDX80 104   0,22   0,22%
  • IDXV30 132   0,58   0,44%
  • IDXQ30 120   -0,91   -0,75%

Peternak: Tudingan Kemtan kepada industri pakan tak berdasar


Rabu, 14 November 2018 / 21:23 WIB
ILUSTRASI. Peternakan ayam modern


Reporter: Dikky Setiawan | Editor: Handoyo

Padahal, harga yang direkomendasikan untuk jagung pakan hanyalah Rp 4.000-an per kilogram. “Sekarang feedmil sama peternak itu sama-sama user. Memang 10 juta ton gudangnya di mana? Jadi, jangan menuduh feedmill sebagai pengijon,” imbuh Ki Musbar. 

Dia menambahkan, apabila benar ada produksi hingga 30 juta ton, berapa besar benih yang mesti dipakai untuk mencapai produksi tersebut. Dalam kenyataannya, produksi benih nasional tidak mencapai 60.000 ton per tahun. 

Senada, Ketua Bidang Peternakan dan Perikanan Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Anton J Supit mengatakan, tuduhan Kementan yang mengambinghitamkan feedmil sebagai penyebab tingginya harga jagung adalah mengada-ada. Ia meyakini tidak ada mekanisme panjar atau dibeli lebih dulu oleh pengusaha pakan. 

“Tidak ada itu panjar-panjar. Ini cari-cari alasan saja Kementan. Kalau mau cari alasan yang masuk akal dong,” ujarnya. Dijelaskannya, sistem pembelian jagung oleh pengusaha pakan ke petani adalah tunai. Mekanisme panjar baru dilakukan jika barang terbatas. 

Mekanisme panjar menurutnya juga cenderung tidak dipilih. Pengusaha tidak mau menanggung kerugian jika petani jagung gagal panen.  “Kalau Kementan bilang ada surplus jagung, mana ada panjar-panjar? Jadi ini kan bertolak belakang dengan ucapan mentan yang bilang surplus jagung 12 juta ton,” tukasnya.

Soal klaim surplus 12 juta ton lebih jagung, juga dinilainya aneh, Jika ada jagung sebanyak itu, pengusaha pakan tidak akan mampu menampung stoknya. “Jadi, 12 juta ton jagung itu akan ada jutaan truk yang mengangkut jagung. Itu tiga kali kapasitas gudang Bulog, sementara kapasitas gudang pengusaha pakan se-Indonesia paling hanya untuk dua bulan, alias 1,6 juta ton karena produksi nasional hanya sekitar 800.000 ton sebulan,” tutur Anton. 




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×