kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45770,96   1,15   0.15%
  • EMAS930.000 0,22%
  • RD.SAHAM -0.09%
  • RD.CAMPURAN -0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.02%

PGE siap mengebor 14 sumur tahun ini


Selasa, 14 Februari 2017 / 11:28 WIB
PGE siap mengebor 14 sumur tahun ini

Reporter: Andy Dwijayanto, Azis Husaini | Editor: Dupla Kartini

JAKARTA. PT Pertamina Geothermal Energy (PGE) tahun ini akan melakukan pengeboran 14 sumur baru untuk mendapatkan sumber panas bumi baru. Pengeboran ini sekaligus untuk mengejar tambahan kapasitas 85 Megawatt (MW) dari total kapasitas saat ini 532 MW menjadi 617 MW, dengan pengeboran di WKP Karaha dan Ulubelu.

Untuk PLTP Ulubelu unit IV produksi listriknya sebesar 55 MW yang rencananya beroperasi pada Juni 2017. Sedangkan PLTP Karaha unit VI berkapasitas 30 MW juga akan beroperasi pada tahun ini.


Tafif Azzimudin, Sekretaris Perusahaan PGE menyatakan, untuk itu tahun ini perusahaan akan mulai fokus untuk melakukan tahapan engineering procurement construcstion and commissioning (EPCC) dan pengeboran sumur geothermal baru.

"Tahun ini tambahan 85 MW dari PLTP Ulubelu unit IV berkapasitas 55 MW dan PLTP Karaha unit I berkapasitas 30 MW," ujar dia ke KONTAN, Senin (13/2).

Kata dia, perusahaan ini bahkan sudah menetapkan target jangka panjang hingga tahun 2021 mendatang dengan tahun depan akan beroperasinya PLTP Lumut Balai I berkapasitas 55 MW dan Lahendong I berkapasitas 5 MW.

Yang jelas, sampai dengan tahun 2021 mendatang, PGE akan memiliki kapasitas mencapai 1.037 MW termasuk dengan akan beroperasinya PLTP Hululais I dan II, dan Kerinci unit I. Hal itu akan membuat compound annual growth rate (CAGR) PGE akan mencapai 14% sampai dengan tahun 2021.

Untuk pengeboran, kata dia, pihaknya sudah merencanakan pengeboran tahun ini dan tentu saja untuk mengejar target yang sudah dipasang. "Seluruhnya pada tahun ini PGE berencana mengebor total 14 sumur (geothermal)," kata Tafif.

Untuk melakukan pengeboran satu sumur dengan kedalaman antara 1.000 meter hingga 1.200 meter memerlukan investasi yang tidak sedikit, mencapai Rp 100 miliar. Artinya dengan target 14 sumur bor investasi yang digelontorkan pada tahun ini setidaknya akan mencapai Rp 1,4 triliun.

Namun Tafif tidak menjawab berapa nilai investasi yang digelontorkan PGE untuk mengebor 14 sumur baru tersebut, perlu diketahui selain mengelola PLTP, PGE juga menjual bahan bakar panas bumi atau steam kepada PLTP milik PLN.

Sejauh ini rencana sinergi atau akuisisi PGE oleh PLN belum ada kemajuan meskipun Pertamina sudah membentuk tim. Adapun kepastian adanya tersebut masih belum ada kejelasan dari Kementerian Badan Usaha Milik negara (BUMN). Apalagi Federasi Serikat Pekerja Pertamina Bersatu (FSPPB) masih menolak soal rencana itu.

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.



TERBARU

[X]
×