kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.660.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.935   -9,00   -0,05%
  • IDX 5.896   -102,90   -1,72%
  • KOMPAS100 764   -13,28   -1,71%
  • LQ45 584   -4,02   -0,68%
  • ISSI 203   -5,25   -2,52%
  • IDX30 331   -1,77   -0,53%
  • IDXHIDIV20 408   -0,87   -0,21%
  • IDX80 87   -1,24   -1,41%
  • IDXV30 110   -1,47   -1,32%
  • IDXQ30 107   -0,13   -0,12%

PGEO Bidik Tambah Kapasitas Panas Bumi 1 GW pada 2028, Siapkan Pendanaan Hijau


Minggu, 28 Juni 2026 / 14:53 WIB
PGEO Bidik Tambah Kapasitas Panas Bumi 1 GW pada 2028, Siapkan Pendanaan Hijau
ILUSTRASI. Corporate Secretary Pertamina Geothermal Energy, Muhammad Taufik (KONTAN/Arif Ferdianto)


Reporter: Arif Ferdianto | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - BANDUNG. PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) membidik penambahan kapasitas pembangkit listrik tenaga panas bumi hingga 1 gigawatt (GW) pada 2028 sebagai bagian dari upaya mendukung percepatan transisi energi nasional.

Corporate Secretary Pertamina Geothermal Energy Muhammad Taufik mengatakan, perseroan juga telah menetapkan target jangka panjang untuk meningkatkan kapasitas terpasang menjadi 1,7 GW pada 2032.

Baca Juga: Bea Masuk 0% LPG Buka Peluang Utilisasi Industri Plastik Tembus 90%

"Kami punya target 1 gigawatt di tahun 2028 dan 1,7 gigawatt di tahun 2032. Itu target kami," ujarnya saat ditemui di Kamojang, Bandung, Jawa Barat, Jumat (26/6/2026).

Menurut Taufik, target tersebut memang menantang, namun masih realistis untuk dicapai. Optimisme itu didukung oleh besarnya potensi sumber daya panas bumi yang dimiliki perseroan di seluruh wilayah kerjanya.

Ia mengungkapkan, PGE saat ini memiliki total potensi sumber daya panas bumi mencapai sekitar 3 GW yang telah dipetakan di seluruh wilayah kerja panas bumi (WKP) milik perseroan.

"Sedangkan 3 gigawatt sendiri itu sebenarnya adalah seluruh potensi yang ada di wilayah kerja panas bumi PGE. Dari seluruh wilayah kerja tersebut sudah dipetakan bahwa PGE mempunyai potensi resources sampai dengan 3 gigawatt," jelasnya.

Baca Juga: B50 Bakal Diresmikan 1 Juli, Kementerian ESDM Sebut Ada Masa Transisi Tiga Bulan

Taufik menambahkan, pengembangan kapasitas pembangkit akan dilakukan secara bertahap dan tetap mengacu pada kebutuhan sistem kelistrikan nasional sebagaimana tertuang dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) periode 2025–2034.

"Tentunya ini seiring juga dengan RUPTL yang ada di PLN tahun 2025 sampai 2034," katanya.

Untuk mendukung ekspansi tersebut, PGEO juga telah mengamankan komitmen pendanaan hijau (green financing) dari sejumlah lembaga keuangan internasional. Pendanaan tersebut telah memperoleh persetujuan pemerintah melalui skema Green Book.

"Kemarin kita pernah dengar berita juga bahwa PGE baru saja mendapatkan green book pinjaman dari beberapa instansi dan sudah disetujui oleh pemerintah. Nah itulah upaya-upaya kami untuk mencapai target-target yang sudah kami tetapkan," ujar Taufik.

Baca Juga: RISE Optimistis Produk Baru Dongkrak Marketing Sales Semester II-2026

Sebagai informasi, hingga saat ini PGEO mengelola 15 Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP) dengan total kapasitas terpasang mencapai 1.932 megawatt (MW).

Kapasitas tersebut terdiri atas pembangkit yang dioperasikan sendiri sebesar 727 MW dan kerja sama operasi (KSO) sebesar 1.205 MW.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Analisis Untukmu

Berita ini artinya apa buat kamu?



TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Inventory Management: From Chaos to Control Sales Coaching: Lead Better, Sell More!

[X]
×