kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.504.000   16.000   0,64%
  • USD/IDR 16.740   33,00   0,20%
  • IDX 8.748   101,19   1,17%
  • KOMPAS100 1.205   11,60   0,97%
  • LQ45 852   5,43   0,64%
  • ISSI 315   6,02   1,95%
  • IDX30 439   1,60   0,37%
  • IDXHIDIV20 511   1,24   0,24%
  • IDX80 134   1,29   0,97%
  • IDXV30 140   1,02   0,73%
  • IDXQ30 140   0,22   0,15%

PGN Pasok Gas Bumi untuk Sektor Industri di Lamongan


Jumat, 02 Januari 2026 / 16:36 WIB
PGN Pasok Gas Bumi untuk Sektor Industri di Lamongan
ILUSTRASI. Fasilitas gas PGN (Dok/PGN)


Reporter: Sabrina Rhamadanty | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN), sebagai Subholding Gas Pertamina melaporkan telah melakukan gas in atau penyaluran gas pertama kali ke segmen industri yaitu PT Bumi Menara Internusa (BMI) Lamongan, Jawa Timur, terhitung mulai Kamis, 1 Januari 2026.

Pada tahap awal, PT Bumi Menara Internusa Lamongan memanfaatkan gas bumi dengan volume sekitar 15.000 meter kubik (m³) per bulan. Seiring dengan peningkatan kebutuhan dan optimalisasi proses produksi, konsumsi gas bumi ini meningkat secara bertahap hingga 80.000 m³ per bulan.

Area Head PGN Bojonegoro Faishal Arief, menyampaikan bahwa gas in ini merupakan bentuk dukungan PGN terhadap kebutuhan energi industri yang efisien, andal, dan berkelanjutan.

“Pemanfaatan gas bumi diharapkan mampu meningkatkan efisiensi operasional sekaligus mendukung target transisi energi nasional,” ujar Faishal, dalam keterangan tertulis, Jumat (2/1/2026).

Baca Juga: Pemangkasan Produksi Bijih Nikel 2026 Bakal Tingkatkan Impor Hingga 50 Juta Ton WMT

Disisi lain, pihak PT Bumi Menara Internusa Lamongan juga mengungkapkan bahwa penggunaan gas bumi membantu untuk meningkatkan efisiensi energi dan mendukung operasional yang lebih stabil.

"Ke depan, kami optimistis pemanfaatan gas bumi akan semakin optimal seiring peningkatan kapasitas produksi,” ungkap perwakilan manajemen PT Bumi Menara Internusa Lamongan.

PGN berharap kerja sama ini dapat terus berkembang dan menjadi contoh bagi industri lainnya untuk beralih menggunakan energi yang lebih bersih dan berkelanjutan.

Kehadiran gas bumi di sektor industri juga diharapkan mampu meningkatkan daya saing industri nasional, serta memberikan kontribusi positif bagi pertumbuhan ekonomi daerah, khususnya di wilayah Lamongan dan sekitarnya.

Baca Juga: Kemenperin Proyeksikan Ekspor Industri Manufaktur Tembus US$ 236 Miliar pada 2026

Selanjutnya: Kurs Rupiah Melemah Awal 2026, Dolar AS Menguat Saat Likuiditas Tipis

Menarik Dibaca: Promo Alfamart Paling Murah Sejagat 1-7 Januari 2026, Rinso-Mama Lemon Hemat Banyak

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Mitigasi, Tips, dan Kertas Kerja SPT Tahunan PPh Coretax Orang Pribadi dan Badan Supply Chain Management on Practical Inventory Management (SCMPIM)

[X]
×