Reporter: Leni Wandira | Editor: Herlina Kartika Dewi
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Emiten pengelola restoran CFC, PT Pioneerindo Gourmet International Tbk (PTSP) telah merealisasikan pembukaan 17 gerai baru hingga September 2026.
Ekspansi jaringan restoran cepat saji tersebut menyerap belanja modal atau capital expenditure (capex) sekitar Rp 7 miliar hingga Rp 8 miliar.
Direktur PT Pioneerindo Gourmet International Tbk Teh Kian Kun mengatakan, perseroan menargetkan pembukaan 20 gerai baru sepanjang tahun ini. Dengan realisasi 17 gerai hingga kuartal III-2026, PTSP masih memiliki rencana penambahan tiga gerai hingga Desember mendatang.
"Rencana membuka gerai baru sebanyak 20 sampai dengan Desember 2026 masih on track," ujar Teh dalam paparan publik secara daring, Selasa (3/11/2026).
Baca Juga: Larangan Ekspor SDA via Negara Perantara Dinilai Bisa Optimalkan Penerimaan Negara
Teh menjelaskan, sejumlah gerai tambahan masih dalam proses pembangunan. Karena itu, manajemen optimistis target ekspansi yang telah ditetapkan pada awal tahun dapat terealisasi.
Untuk membiayai ekspansi dan belanja modal tersebut, PTSP mengandalkan kas internal perusahaan. Perseroan juga memaksimalkan aset yang telah dimiliki untuk meningkatkan produktivitas operasional.
Langkah penambahan gerai ini menjadi bagian dari strategi PTSP untuk mendukung pertumbuhan penjualan. Hingga September 2026, perseroan membukukan pendapatan usaha bersih Rp 556,3 miliar, meningkat 4,2% secara tahunan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 533 miliar.
PTSP menargetkan pertumbuhan penjualan sebesar 5% sepanjang 2026. Sementara itu, laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada entitas induk mencapai Rp 15,48 miliar hingga September, tumbuh 12% secara tahunan.
Baca Juga: Waskita Karya Kebut Revitalisasi Bandara Minangkabau, Progres Capai 78,83%
Selain ekspansi gerai, perseroan juga mengandalkan pengembangan produk untuk menjaga minat konsumen. Wakil Direktur Utama PTSP Edi Triyento mengatakan, perusahaan secara berkala memperkenalkan menu baru melalui strategi limited time offer (LTO), dengan masa penawaran sekitar tiga hingga empat bulan.
Salah satu produk yang baru diluncurkan adalah ayam goreng rasa mala. PTSP juga mengembangkan produk minuman dengan harga lebih terjangkau untuk menyesuaikan daya beli konsumen.
"PTSP mengandalkan strategi limited time offer (LTO) dengan memperkenalkan menu baru secara berkala dalam periode tiga hingga empat bulan. Salah satu produk yang baru diluncurkan adalah ayam goreng rasa mala yang mendapat respons penjualan cukup baik," pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













