kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.541.000   10.000   0,40%
  • USD/IDR 18.174   21,00   0,12%
  • IDX 4.904   -192,54   -3,78%
  • KOMPAS100 629   -27,90   -4,25%
  • LQ45 497   -20,62   -3,98%
  • ISSI 164   -6,52   -3,83%
  • IDX30 280   -11,04   -3,79%
  • IDXHIDIV20 378   -13,42   -3,43%
  • IDX80 73   -3,14   -4,14%
  • IDXV30 105   -3,49   -3,20%
  • IDXQ30 94   -3,48   -3,57%

Pioneerindo (PTSP) Buka 17 Gerai CFC hingga Kuartal III-2026, Serap Capex Rp 8 Miliar


Selasa, 03 November 2026 / 16:16 WIB
Pioneerindo (PTSP) Buka 17 Gerai CFC hingga Kuartal III-2026, Serap Capex Rp 8 Miliar
ILUSTRASI. California Fried Chicken (CFC) dari PT Pioneerindo Gourmet International Tbk (KONTAN/Daniel Prabowo)


Reporter: Leni Wandira | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA.  Emiten pengelola restoran CFC, PT Pioneerindo Gourmet International Tbk (PTSP) telah merealisasikan pembukaan 17 gerai baru hingga September 2026. 

Ekspansi jaringan restoran cepat saji tersebut menyerap belanja modal atau capital expenditure (capex) sekitar Rp 7 miliar hingga Rp 8 miliar.

Direktur PT Pioneerindo Gourmet International Tbk Teh Kian Kun mengatakan, perseroan menargetkan pembukaan 20 gerai baru sepanjang tahun ini. Dengan realisasi 17 gerai hingga kuartal III-2026, PTSP masih memiliki rencana penambahan tiga gerai hingga Desember mendatang.

"Rencana membuka gerai baru sebanyak 20 sampai dengan Desember 2026 masih on track," ujar Teh dalam paparan publik secara daring, Selasa (3/11/2026).

Baca Juga: Larangan Ekspor SDA via Negara Perantara Dinilai Bisa Optimalkan Penerimaan Negara

Teh menjelaskan, sejumlah gerai tambahan masih dalam proses pembangunan. Karena itu, manajemen optimistis target ekspansi yang telah ditetapkan pada awal tahun dapat terealisasi.

Untuk membiayai ekspansi dan belanja modal tersebut, PTSP mengandalkan kas internal perusahaan. Perseroan juga memaksimalkan aset yang telah dimiliki untuk meningkatkan produktivitas operasional.

Langkah penambahan gerai ini menjadi bagian dari strategi PTSP untuk mendukung pertumbuhan penjualan. Hingga September 2026, perseroan membukukan pendapatan usaha bersih Rp 556,3 miliar, meningkat 4,2% secara tahunan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 533 miliar.

PTSP menargetkan pertumbuhan penjualan sebesar 5% sepanjang 2026. Sementara itu, laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada entitas induk mencapai Rp 15,48 miliar hingga September, tumbuh 12% secara tahunan.

Baca Juga: Waskita Karya Kebut Revitalisasi Bandara Minangkabau, Progres Capai 78,83%

Selain ekspansi gerai, perseroan juga mengandalkan pengembangan produk untuk menjaga minat konsumen. Wakil Direktur Utama PTSP Edi Triyento mengatakan, perusahaan secara berkala memperkenalkan menu baru melalui strategi limited time offer (LTO), dengan masa penawaran sekitar tiga hingga empat bulan.

Salah satu produk yang baru diluncurkan adalah ayam goreng rasa mala. PTSP juga mengembangkan produk minuman dengan harga lebih terjangkau untuk menyesuaikan daya beli konsumen.

"PTSP mengandalkan strategi limited time offer (LTO) dengan memperkenalkan menu baru secara berkala dalam periode tiga hingga empat bulan. Salah satu produk yang baru diluncurkan adalah ayam goreng rasa mala yang mendapat respons penjualan cukup baik," pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
11.11
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×