kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.664.000   -36.000   -1,33%
  • USD/IDR 17.845   -45,00   -0,25%
  • IDX 6.387   85,06   1,35%
  • KOMPAS100 830   6,47   0,79%
  • LQ45 632   4,86   0,77%
  • ISSI 223   5,51   2,54%
  • IDX30 354   2,78   0,79%
  • IDXHIDIV20 430   2,38   0,56%
  • IDX80 95   0,76   0,81%
  • IDXV30 118   0,95   0,81%
  • IDXQ30 112   0,75   0,67%

PLN akan bangun pembangkit 14.600 MW mulai 2015


Senin, 03 November 2014 / 22:47 WIB
ILUSTRASI. Tampilan Visual Baru Attack on Titan Season 4 Part 3 Bagian ke-2, Rilis Musim Gugur


Reporter: Pratama Guitarra | Editor: Hendra Gunawan

JAKARTA. PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) berencana meningkatkan lagi proyek pembangunan pembangkit listriknya. Jika awalnya PLN akan membangun pembangkit sebesar 25.000 Megawatt (MW), akan dinaikkan menjadi 35.000 MW.

Pasalnya, PLN melihat kebutuhan listrik Indonesia dalam lima tahun kedepan, yaitu mulai 2015 hingga 2020 akan mencapai 34.000 MW.

“Pertumbuhan lima tahun ke depan seperti itu, artinya, PLN sebagai Badan Usaha Milik Negara, mau tidak mau memang harus siap membangun,” kata Kepala Divisi Humas PLN, Bambang Dwiyanto kepada KONTAN, Senin (3/11).

Namun, seperti diketahui, PLN hanya mampu membangun sekitar 14.600 MW. Maka dari itu kata Bambang, selebihnya, proyek tersebut akan diserahkan kepada pengembang swasta.

Proyek ini diklaim sebagai penopang peningkatan pertumbungan ekonomi 7%. Bambang menyebut, rencananya PLN akan melakukan tender proyek tersebut pada tahun 2015. “Kalau progresnya memang lima tahun ke depan, kepastiannya kita belum mengetahui,” jelasnya.

Untuk pendanaan proyek tersebut, Bambang bilang selain menyerahkan kepada pengembang, pemerintah juga akan turut ikut campur dalam pendanaan. Sedangkan untuk pembangkit yang akan dibangun oleh PLN sendiri, rencananya pendanaan akan berasal dari khas intern dan juga mencari pendanaan diluar itu. “Bisa saja menjual obligasi,” ungkap dia.

Sesuai pencapaian Fast Track Program (FTP) tahap II dengan kapasitas kebutuhan 17.000 MW, artinya, pembangunan proyek ini akan diperbanyak menggunakan Energi Baru Terbarukan (EBT). Namun kata Bambang, saat ini Indonesia masih membutuhkan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) dan Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG).

“Karena pembangunan relatif cepat, dan energi primer tersedia,” tandas dia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×