kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 18.013   50,00   0,28%
  • IDX 5.745   49,44   0,87%
  • KOMPAS100 744   8,79   1,19%
  • LQ45 565   8,75   1,57%
  • ISSI 199   0,85   0,43%
  • IDX30 321   4,92   1,56%
  • IDXHIDIV20 395   5,89   1,52%
  • IDX80 85   1,16   1,39%
  • IDXV30 107   1,21   1,14%
  • IDXQ30 103   1,26   1,24%

PLN akan negosiasi harga pembelian panas bumi di 3 WKP


Selasa, 29 Maret 2011 / 16:19 WIB
ILUSTRASI. Pelanggan berfoto dengan latar belakang gerai makanan cepat saji McDonald's di Gedung Sarinah, Jakarta, Jumat (08/05). Renovasi Gedung Sarinah diperkirakan rampung 2021 mendatang. KONTAN/Fransiskus Simbolon


Reporter: Fitri Nur Arifenie | Editor: Rizki Caturini

JAKARTA. PT PLN (Persero) sedang melakukan negosiasi harga pembelian panas bumi untuk tiga wilayah kerja panas bumi (wkp). Sebab, harga lelang ketiga wkp itu lebih dari US$ 9,7 sen per kilowatt per hour (kWh).

Ketiga wkp itu adalah Sokoria (Nusa Tenggara Timur), Jailolo (Maluku) dan Jaboi (Sabang). "Ketiga wkp itu nanti akan kita bikin Harga Patokan Sendiri (HPS) listrik yang baru," ujar Kepala Divisi Energi Baru dan Terbarukan PLN, Mochammad Sofyan kepada KONTAN, Selasa (29/3).

Menurut Sofyan, negosiasi harga patokan listrik ini nanti berdasarkan depresiasi harga, return yang wajar dan perbandingan dengan biaya pokok produksi (BPP) listrik PLN.

Untuk wkp Sokoria yang dimiliki oleh PT Sokoria Geothermal Indonesia, harga listriknya sebesar US$ 12,5 sen per kWh. Kemudian untuk wkp Jailolo milik PT Star Energy harga listriknya sebesar US$ 17 sen per kWh. Sedangkan untuk wkp Jaboi milik PT Sabang Geothermal Energi, harga listriknya sebesar US$ 17 sen per kWh. Sayangnya, Sofyan enggan memberi tahu berapa besar harga yang PLN tawarkan untuk ketiga wkp itu.

Selain sedang melakukan negosiasi harga listrik, PLN juga sedang menunggu surat penugasan dari kementerian ESDM untuk lima wkp, yakni Tangkuban Perahu (110 MW), Cisolok Cisukarame (50 MW), Tampomas (45 MW), Ungaran (55mw), dan Sorik Marapi (55mw).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×