kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.500   -30,00   -0,17%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

PLN cetak laba bersih Rp 11,7 triliun di 2014


Jumat, 06 Maret 2015 / 10:40 WIB
Gedung kantor pusat Waskita Karya di kawasan Cawang, Jakarta Timur.


Reporter: Pratama Guitarra | Editor: Hendra Gunawan

JAKARTA. PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) 2014 meraup laba bersih sebesar Rp 11,7 triliun di tahun 2014. Laba ini meningkat pesat dibanding dengan 2013 yang merugi Rp 26,2 triliun. Kenaikan laba ini lantaran peningkatan laba usaha dan laba dari selisih kurs.

Laba usaha PLN tahun lalu sebesar Rp 45,8 triliun,  naik 11,9% dibandingkan dengan periode yang sama 2013 yang tercatat Rp 40,9 triliun. "Tahun ini perusahaan mencatatkan laba selisih kurs Rp 1,3 triliun. Kondisi ini lebih baik ketimbang 2013 yang mengalami rugi selisih kurs sebesar Rp 48,1 triliun," kata Manajer Senior Komunikasi Korporat PLN, Bambang Dwiyanto dalam pernyataan, Kamis (5/3).

Sementara itu, pendapatan usaha PLN pada 2014 sebesar Rp 292,7 triliun, naik Rp 30,9 trilliun atau 11,8% dibandingkan tahun 2013 yang sebesar Rp 261,8 triliun. Peningkatan pendapatan ini berasal dari kenaikan volume penjualan tenaga listrik sebesar 5,9% pada 2014. Jika 2013 sebesar 187,5 TWh (terra watt hour) menjadi 198,6 TWh di 2014. Jumlah pelanggan naik 6,5% menjadi 57,49 juta pelanggan.

Akibat tambahan jumlah pelanggan, beban usaha PLN tahun 2014 meningkat 11,8%, dari Rp 220,9 triliun pada 2013 menjadi Rp 246,9 triliun pada 2014. "Konsumsi bahan bakar, terutama gas dan batubara naik seiring peningkatan permintaan tenaga listrik pelanggan," ujarnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×