Reporter: Ridwan Nanda Mulyana | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Nusantara Pelabuhan Handal Tbk (PORT) membalikkan kerugian menjadi laba bersih sebesar Rp 128,39 miliar pada 2025. Sebagai perbandingan, pada tahun sebelumnya PORT menanggung rugi tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp 75,22 miliar.
PORT mampu membalik rugi menjadi laba justru ketika mengalami penurunan pendapatan. Sepanjang tahun lalu, pendapatan PORT menyusut 2,36% secara tahunan atau year on year (yoy) dari Rp 1,27 triliun menjadi Rp 1,24 triliun.
Merujuk laporan keuangan yang rilis di Bursa Efek Indonesia pada 18 Maret 2026, mayoritas pendapatan PORT pada tahun 2025 didapat dari segmen bisnis jasa stevedoring sebesar Rp 833,82 miliar. Pendapatan dari jasa stevedoring meningkat 3,17% dibandingkan raihan Rp 808,17 miliar pada tahun 2024.
Pada saat yang sama, pendapatan jasa landside PORT mengalami penurunan 6,35% (yoy) dari Rp 313,74 miliar menjadi Rp 293,79 miliar pada 2025. Pendapatan dari segmen bisnis servis pemeliharaan ikut menyusut 19,01% (yoy) dari Rp 65,42 miliar menjadi Rp 52,98 miliar.
Baca Juga: Antrean di Pelabuhan Tekan Kinerja Logistik, Pengusaha Desak Evaluasi Menyeluruh
Pada tahun lalu, PORT tidak lagi mencatatkan pendapatan dari penjualan peralatan pelabuhan. Sedangkan pada tahun 2024, PORT membukukan Rp 46,77 miliar dari penjualan peralatan pelabuhan.
Sementara itu, pendapatan dari segmen lain-lain melonjak 73,84% (yoy) dari Rp 36,59 miliar menjadi Rp 63,61 miliar. Pada periode yang sama, PORT mampu menekan beban langsung sebanyak 4,72% (yoy) dari Rp 917,64 miliar menjadi Rp 874,28 miliar pada 2025.
Hasil tersebut membuat laba bruto PORT meningkat 4,77% (yoy) dari Rp 353,06 miliar menjadi Rp 369,93 miliar pada tahun lalu. Pada saat yang sama, penghasilan lainnya melonjak 256,55% (yoy) menjadi Rp 21,50 miliar, dari sebelumnya Rp 6,03 miliar.
Meski beban operasional meningkat 15,99% (yoy) dari Rp 85,05 miliar menjadi Rp 98,65 miliar, tapi PORT berhasil memangkas beban lainnya sebanyak 97,62% (yoy) dari Rp 215,68 miliar menjadi tersisa Rp 5,12 miliar. Hasil ini mendongkrak perolehan laba usaha PORT sebanyak 393,05% (yoy) dari Rp 58,34 miliar menjadi Rp 287,65 miliar pada tahun 2025.
Baca Juga: Arus Peti Kemas Jelang Lebaran Melonjak 37,5%, IPC Terminal Petikemas Siaga 24/7
Setelah dijumlah dengan beban pajak penghasilan sebesar Rp 63,86 miliar, PORT berhasil membukukan laba tahun berjalan sebesar Rp 138,49 miliar pada tahun 2025. Berbalik dari rugi tahun berjalan pada 2024 yang tercatat sebesar Rp 65,41 miliar.
Hasil ini membawa PORT membukukan laba per saham sebesar Rp 45,63 per 31 Desember 2025. Hasil yang lebih baik dibandingkan rugi per saham sebesar Rp 26,73 pada tahun 2024.
Hingga 31 Desember 2025, PORT tercatat memiliki total aset senilai Rp 2,28 triliun. PORT mempunyai total liabilitas senilai Rp 1,06 triliun, dengan total ekuitas sebesar Rp 1,22 triliun. Sedangkan saldo akhir kas dan setara kas PORT tercatat sebesar Rp 419,80 miliar.
Baca Juga: Antrean Kapal Mengular, Bongkar Muat di Sejumlah Pelabuhan Melambat
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













