Reporter: Vina Elvira | Editor: Noverius Laoli
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Prospek bisnis PT IMC Pelita Logistik Tbk (PSSI) pada awal tahun 2026 masih dibayangi tantangan dari penurunan proyeksi volume produksi batubara nasional.
Kondisi ini turut mempengaruhi permintaan jasa pengangkutan batubara, yang selama ini menjadi komoditas utama yang diangkut perusahaan atau mencapai di atas 90%.
Direktur PSSI Basuki Setiogroho mengatakan, pihaknya memproyeksikan volume angkutan di sepanjang tahun ini sekitar 13 juta ton. Angka ini lebih rendah dibandingkan realisasi tahun sebelumnya yang tercatat 13,9 juta ton.
Proyeksi penurunan tersebut merupakan dampak dari penurunan kuota produksi nasional sebagai penyumbang pendapatan terbesar perusahaan.
Baca Juga: Harga Batubara Acuan (HBA) Tembus US$ 106,57 Per Ton di Periode Pertama Mei 2026
“Terkait dampak dari penurunan kuota produksi nasional, itu memang ada ya. Beberapa customer memang terdampak dengan itu, terutama di kuartal pertama ini. Walaupun nanti kita harapkan di akhir kuartal kedua, dan kemudian di semester kedua itu kita bisa recover,” ujar Basuki, dalam Paparan Publik, Jumat (8/5).
Dia memaparkan, kondisi ini terutama mempengaruhi segmen tug and barge (TNB) dan Floating Loading Facility (FLF) yang beroperasi di dalam negeri dan cenderung tidak fleksibel terhadap perubahan kuota nasional.
Sebagai langkah mitigasi ke depan, PSSI akan mengandalkan diversifikasi bisnis melalui segmen mother vessel (MV) yang dapat beroperasi di pasar internasional.
Perusahaan akan memperbesar kontribusi bisnis mother vessel melalui skema vessel charter dan time charter, di mana biaya bunker sepenuhnya ditanggung pelanggan sehingga dapat menjaga margin operasional.
Baca Juga: SMGR Genjot Bahan Bakar Alternatif, Konsumsi Batubara Turun 467.000 Ton di 2025
Selain itu, PSSI juga melihat pasar pengangkutan dry bulk di Asia Selatan, Asia Tenggara, hingga Asia Timur masih cukup menjanjikan, di tengah lemahnya kondisi pasar dalam negeri.
“Jadi kita harapkan untuk di tahun ini bisa mengompensasi tantangan yang ada di dalam negeri,” katanya.
Dari sisi operasional, PSSI juga bersiap menghadapi potensi kenaikan biaya bahan bakar seiring implementasi biodiesel B50 mulai Juni 2026.
Meski demikian, pihaknya menyebut dampak kenaikan fuel sebagian besar dapat dialihkan kepada pelanggan melalui skema penyesuaian bunker dalam kontrak jangka panjang.
Di tengah tekanan industri saat ini, Basuki menilai posisi keuangan perusahaan masih cukup kuat berkat strategi divestasi aset yang telah dilakukan beberapa tahun terakhir.
Langkah divestasi saat kondisi industri masih kuat kini menjadi penopang likuiditas perseroan saat pasar melambat seperti sekarang.
“Nah pada saat itu industri sedang bagus, jadi aset yang kita jual memang rate-nya bagus, dan itu menjadi salah satu yang memberikan kita posisi yang kuat. Karena kalau kita tidak divestasi, mungkin dengan kondisi pasar yang seperti sekarang ini akan menjadi beban buat kita,” jelas Basuki.
Baca Juga: Pasokan Batubara PLTU Seret, CORE Soroti Ketidakpastian RKAB 2026
Manajemen PSSI pun berharap kondisi pasar akan mulai membaik pada semester II-2026 seiring peningkatan aktivitas produksi batubara yang secara historis menguat di periode ini hingga akhir tahun.
Ekspansi Armada 2026
PSSI juga tetap menyiapkan ekspansi armada secara selektif. Perusahaan direncanakan untuk menambah dua set tug & barge serta dua unit barge yang ditargetkan selesai pada akhir kuartal III dan awal kuartal IV-2026.
Tak hanya itu, PSSI juga mulai menjajaki peluang bisnis baru di segmen liquid bulk untuk memperluas sumber pendapatan di luar angkutan batubara.
Sebagai tambahan informasi, hingga kuartal I-2026, PSSI tercatat membukukan pendapatan sebesar US$ 10,59 juta, atau menurun 29,51% dibandingkan US$ 15,02 juta pada posisi yang sama tahun lalu.
Baca Juga: Harga Batubara Menguat, Alamtri (ADRO) Fokus Jaga Efisiensi
Penurunan pendapatan tersebut membuat kerugian PSSI membengkak ke angka US$ 1,28 juta, dibandigkan US$ 464,50 ribu pada kuartal I-2025.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













