kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.916.000   -1.000   -0,03%
  • USD/IDR 16.791   2,00   0,01%
  • IDX 8.980   4,90   0,05%
  • KOMPAS100 1.240   -4,48   -0,36%
  • LQ45 876   -6,31   -0,72%
  • ISSI 331   0,57   0,17%
  • IDX30 444   -6,39   -1,42%
  • IDXHIDIV20 519   -14,10   -2,64%
  • IDX80 138   -0,67   -0,49%
  • IDXV30 144   -3,64   -2,47%
  • IDXQ30 142   -2,84   -1,95%

Produksi Garam Nasional 2026 Diproyeksi Tertahan 1 Juta Ton, Cuaca Jadi Kendala


Selasa, 27 Januari 2026 / 17:49 WIB
Produksi Garam Nasional 2026 Diproyeksi Tertahan 1 Juta Ton, Cuaca Jadi Kendala
ILUSTRASI. Petani garam (KOMPAS/IWAN SETIYAWAN)


Reporter: Hervin Jumar | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Pemerintah memproyeksikan produksi garam nasional pada 2026 masih tertahan di kisaran 1 juta ton.

Tekanan cuaca dinilai kembali membatasi produktivitas tambak garam rakyat maupun pelaku usaha.

Direktur Jenderal Pengelolaan Kelautan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Koswara mengatakan, proyeksi produksi tahun depan relatif tidak berubah dibandingkan realisasi 2025, seiring dominasi curah hujan yang masih tinggi.

Baca Juga: BPH Migas Tetapkan Kuota Pertalite Turun 6,28% Jadi 29,27 Juta KL di Tahun Ini

“Perkiraannya kurang lebih sama, karena 2026 juga hujan,” ujar Koswara saat ditemui di sela peluncuran program TFCCA di Jakarta, Selasa (27/1/2026).

Dari sisi sebaran produksi, kontribusi program pemerintah masih terkonsentrasi di Aceh dengan sekitar 25 lokasi tambak yang tercatat aktif.

Sementara itu, kontribusi dari wilayah lain belum cukup signifikan untuk mendorong kenaikan produksi secara nasional.

Untuk menjaga kualitas dan meningkatkan daya saing, KKP tetap melanjutkan program sertifikasi Standar Nasional Indonesia (SNI) bagi garam petambak.

Sertifikasi dilakukan secara bertahap melalui bimbingan teknis dan pelatihan agar proses produksi memenuhi standar.

“Yang sudah dilatih, produknya mulai disertifikasi sejak tahun-tahun sebelumnya. Progresnya terus bertambah setiap tahun,” kata Koswara.

Baca Juga: Pertamina Prediksi Konsumsi Solar pada Tahun 2026 Tembus 18,8 Juta KL

Namun demikian, KKP belum menetapkan target waktu penyelesaian sertifikasi secara menyeluruh karena roadmap program masih berjalan.

Koswara juga menyinggung rencana aksi Biodiversity BNJ yang mulai diterapkan pada 17 Januari 2026. Hingga kini, belum ada pembaruan kebijakan lanjutan.

Meski begitu, ia memastikan program pemulihan akan melibatkan masyarakat, termasuk petambak garam, apabila dukungan anggaran telah tersedia.

Sebelumnya, Direktur Sumber Daya Kelautan KKP Frista Yorhanita mencatat hingga pekan kedua Desember 2025, produksi garam nasional baik dari tambak rakyat maupun pelaku usaha mencapai sekitar 1 juta ton. Capaian tersebut lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya.

“Produksi sekitar 1 juta ton pada tahun ini. Jadi, memang mengalami penurunan,” ujar Frista dalam konferensi pers di Jakarta Pusat, Selasa (30/12/2025).

Baca Juga: Pertamina Usul Tiap Rumah Tangga Maksimal Beli LPG 3 Kg 10 Kali per Bulan

Menurut Frista, penurunan produksi dipicu oleh faktor cuaca yang didominasi hujan sepanjang 2025. Kondisi ini menghambat proses kristalisasi garam di tingkat tambak.

“Cuaca lebih dominan hujan sehingga sangat memengaruhi proses pembentukan garam,” jelasnya.

Dengan produksi yang berpotensi kembali stagnan dan kebutuhan industri yang cenderung meningkat, risiko defisit pasokan garam masih terbuka.

Tanpa percepatan mitigasi dampak cuaca serta penguatan standardisasi kualitas, opsi impor garam berpeluang kembali menjadi instrumen penyeimbang pasar pada 2026.

Selanjutnya: Rekomendasi 5 Drakor Sedih Menguras Air Mata Tapi Happy Ending, Ini Sinopsisnya

Menarik Dibaca: Tren Warna Biru 2026 dari Dulux, Ini Manfaatnya untuk Hunian

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Video Terkait



TERBARU
Kontan Academy
SPT Tahunan PPh Coretax: Mitigasi, Tips dan Kertas Kerja Investing From Zero

[X]
×