kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.703.000   40.000   1,50%
  • USD/IDR 16.979   62,00   0,37%
  • IDX 9.113   37,33   0,41%
  • KOMPAS100 1.261   5,14   0,41%
  • LQ45 892   2,19   0,25%
  • ISSI 333   2,54   0,77%
  • IDX30 454   1,76   0,39%
  • IDXHIDIV20 538   4,13   0,77%
  • IDX80 140   0,48   0,34%
  • IDXV30 148   1,45   0,99%
  • IDXQ30 146   0,75   0,52%

Produksi Pertamina EP Papua Field Capai 2.000 BOPD, Ditopang Aktivasi Sumur SLW-C4X


Senin, 19 Januari 2026 / 12:58 WIB
Produksi Pertamina EP Papua Field Capai 2.000 BOPD, Ditopang Aktivasi Sumur SLW-C4X
ILUSTRASI. Pertamina EP Papua Field berhasil menembus produksi 2.020 barel minyak per hari (Dok/PEP Cepu)


Reporter: Diki Mardiansyah | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Pertamina EP Papua Field mencatat peningkatan produksi di awal 2026 seiring keberhasilan sumur pengembangan Salawati SLW-C4X. Sumur yang berada di Formasi Kais, Kabupaten Sorong, Papua Barat Daya, ini mendorong produksi lapangan menembus level 2.020 barel minyak per hari (barrel oil per day/BOPD).

Sumur SLW-C4X mulai ditajak pada 2 November 2025 dengan menggunakan Rig PDSI #11.2/N80B-M. Produksi perdana dimulai pada 15 Desember 2025 dengan capaian awal sebesar 1.094 BOPD. Sejak onstream, kinerja sumur menunjukkan tren peningkatan yang konsisten.

Tambahan pasokan dari SLW-C4X langsung berdampak pada total produksi Pertamina EP Papua Field. Produksi lapangan tercatat meningkat menjadi 1.535 BOPD pada 16 Desember 2025, kemudian naik menjadi 1.800 BOPD pada 29 Desember 2025. Puncaknya, produksi menembus lebih dari 2.000 BOPD pada pertengahan Januari 2026.

Baca Juga: Harga CPO 2026 Diprediksi Turun 2,55%, Ini Pemicu Utamanya

General Manager Zona 14, Dadang Soewargono menyampaikan, capaian ini merupakan hasil dari kinerja solid serta ketelitian teknis dari seluruh tim. Keberhasilan sumur SLW-C4X di Formasi Kais merupakan komitmen dalam mendukung ketahanan energi nasional.

"Produksi yang saat ini melampaui 2.000 barel per hari ini merupakan kado awal tahun yang membanggakan bagi industri hulu migas Indonesia, khususnya dari kawasan Indonesia Timur,” ujar Dadang dalam keterangan resmi, Senin (19/1/2026).

Ke depan, Pertamina EP Papua Field berencana melanjutkan program pengeboran sumur pengembangan berikutnya, termasuk sumur SLW-E6X yang saat ini masih dalam tahap pengeboran. Perusahaan berharap keberhasilan SLW-C4X dapat menjadi katalis bagi peningkatan produksi berkelanjutan di wilayah kerja Salawati.

Baca Juga: Harga ICP Desember 2025 Turun Jadi US$ 61,10 per Barel, Tertekan Kelebihan Pasokan

Sebagai informasi, Regional Indonesia Timur Subholding Upstream Pertamina mengelola aset hulu migas yang tersebar di Jawa Timur, Sulawesi, Kepulauan Maluku, dan Papua, baik onshore maupun offshore, serta satu aset downstream berupa Donggi Senoro LNG. 

Selanjutnya: Performa Kompas100 Paling Moncer & Masih Punya Tenaga, LQ45 dan IDX30 Tertinggal Jauh

Menarik Dibaca: Ancaman Kebocoran Data Instagram, Waspada Email Reset Password Palsu

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×