kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |

Produksi semen diprediksi 44 juta ton di 2011


Rabu, 19 Januari 2011 / 08:50 WIB
Produksi semen diprediksi 44 juta ton di 2011

Reporter: Yudo Widiyanto | Editor: Dupla Kartini

JAKARTA. Ketua Umum Asosiasi Semen Indonesia, Oerip Timuryono memprediksi, hingga akhir tahun 2011 akan ada peningkatan volume sebesar 6-8% dari tahun 2010. Pada akhir tahun 2010 lalu industri semen mencapai volume 40 juta ton, maka hingga akhir 2011 ini diperkirakan mencapai 43 juta hingga 44 juta ton.

"Ini meningkat dengan pertumbuhan pasar, pada tahun 2009 industri semen masih 0%," ungkap Oerip, Selasa (18/1).

Namun, ekspor semen tahun ini diprediksi hanya 2 juta ton atau turun dibanding 2010 lalu yang mencapai 3 juta ton. Tapi, penurunan tersebut diiringi naiknya permintaan semen di dalam negeri.


Oerip juga mengatakan, produksi semen tahun ini diperoleh dari pabrik-pabrik yang mempunyai total kapasitas produksi 47 juta ton. "Tentu kami fokus untuk menggarap pasar dalam negeri," katanya.

Menurut riset Credit Suisse Group AG yang dikutip Bloomberg, harga semen global pada 2011 akan mengalami kenaikan sekitar 1,2%. Namun ia bilang pada awal tahun ini belum ada gejala peningkatan harga semen di pasaran domesti.

Oerip bilang, kenaikan harga semen di dalam negeri lebih dipengaruhi suplai dan permintaan. "Tahun ini ada peningkatan kapasitas hingga 1,6 juta ton," ungkapnya.

Memang kenaikan harga batu bara pasti memberikan pengaruh terhadap industri, terutama terhadap ongkos produksi. Saat ini penggunaan energi batu bara pada industri semen mencapai 30% dari total biaya produksi seluruhnya.

Masing masing produsen punya kebijakan dan strategi bisnis. Oerip bilang, meskipun harga semen global naik, tidak langsung berpengaruh kepada harga jual semen dalam negeri. Oerip bilang selama pasokan semen dan permintaan aman, para produsen belum ada rencana untuk menaikan harga.




TERBARU

Close [X]
×