kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.655.000   -18.000   -0,67%
  • USD/IDR 17.966   74,00   0,41%
  • IDX 5.915   -186,20   -3,05%
  • KOMPAS100 770   -25,15   -3,16%
  • LQ45 583   -15,69   -2,62%
  • ISSI 205   -6,69   -3,16%
  • IDX30 330   -8,26   -2,45%
  • IDXHIDIV20 404   -8,45   -2,05%
  • IDX80 87   -2,78   -3,08%
  • IDXV30 109   -1,95   -1,76%
  • IDXQ30 106   -2,14   -1,98%

Progres 81,19%, Wijaya Karya (WIKA) Percepat Pembangunan Tol Semarang–Demak Seksi 1B


Rabu, 24 Juni 2026 / 13:57 WIB
Progres 81,19%, Wijaya Karya (WIKA) Percepat Pembangunan Tol Semarang–Demak Seksi 1B
ILUSTRASI. WIKA mempercepat pembangunan Jalan Tol Semarang–Demak Seksi 1B dan progresnya telah mencapai 81,19% (WIKA/DOK)


Reporter: Vina Elvira | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) terus mempercepat pembangunan Jalan Tol Semarang–Demak Seksi 1B.​

Hingga Juni 2026, progres pembangunan proyek ini telah mencapai 81,19% dan ditargetkan selesai pada April 2027.

Pada proyek Tol Semarang–Demak Seksi 1B, lingkup pekerjaan WIKA meliputi pekerjaan Ramp On, Ramp Off, Main Road, tanggul laut, combi wall, serta revetment.

Sejumlah pekerjaan utama telah diselesaikan, di antaranya Ramp On, Ramp Off, Main Bridge, dan Combi Wall. Sementara itu, pekerjaan yang saat ini masih berjalan adalah timbunan selected material top layer yang digunakan sebagai preloading sea dike.

Baca Juga: Penerapan Komisi Ojol 8% Mulai 1 Juli: Maxim Beda Sikap dari Gojek-Grab?

Corporate Secretary WIKA, Ngatemin mengatakan kehadiran Jalan Tol Semarang–Demak memiliki peran strategis dalam mengurangi beban lalu lintas di jalur Pantura, khususnya pada ruas Semarang–Demak, serta memperkuat konektivitas dalam sistem Jalan Tol Trans Jawa. 

Selain mendukung kelancaran mobilitas masyarakat dan distribusi logistik, proyek ini juga dirancang dengan fungsi ganda sebagai tanggul laut atau sea dike.

“Fungsi ganda tersebut menjadi salah satu nilai penting dari proyek ini. Selain sebagai infrastruktur transportasi, Tol Semarang–Demak Seksi 1B juga menjadi bagian dari strategi mitigasi banjir rob di kawasan pesisir Semarang dan sekitarnya,” ungkap Ngatemin, dalam siaran pers, Selasa (23/6/2026). 

Ia melanjutkan pembangunan Tol Semarang–Demak Seksi 1B mencerminkan kontribusi WIKA dalam menghadirkan infrastruktur yang tidak hanya berorientasi pada konektivitas, tetapi juga memberikan manfaat langsung bagi masyarakat pesisir.

Melalui proyek ini, WIKA berkomitmen untuk mendukung pembangunan infrastruktur yang mampu menjawab kebutuhan mobilitas sekaligus memberikan perlindungan bagi kawasan pesisir Semarang. 

Dalam pelaksanaannya, proyek ini memiliki tantangan konstruksi yang cukup kompleks karena dikerjakan di atas tanah lunak atau soft soil serta berhubungan langsung dengan area laut.

Baca Juga: Mou Hilirisasi Indonesia-Swiss: Pemberdayaan SDA, Teknologi dan Pendanaan

Untuk menjawab tantangan tersebut, WIKA menerapkan metode konstruksi khusus berupa penggunaan cerucuk bambu dan matras bambu sebelum dilakukan penggelaran material timbunan di atasnya. 

Selain itu, proyek ini juga menerapkan teknologi Prefabricated Vertical Drain (PVD) dalam proses perbaikan tanah. Pelaksanaan pekerjaan timbunan dilakukan secara bertahap dengan memperhatikan masa tunggu pada setiap stage timbunan, yaitu 55 hari untuk stage 1 sampai dengan stage 5, serta 150 hari untuk stage 6. 

Setelah beroperasi penuh, Tol Semarang–Demak Seksi 1B diharapkan dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat, terutama dalam mengurai kepadatan lalu lintas di jalur Pantura Semarang–Terboyo–Demak. 

“Selain itu, keberadaan tanggul laut dalam proyek ini juga diharapkan mampu membantu mengatasi permasalahan rob di kawasan pesisir Semarang, sehingga manfaat pembangunan dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat sekitar,” tandasnya. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Langganan Business Insight promo optimal
Kontan Academy
Inventory Management: From Chaos to Control Sales Coaching: Lead Better, Sell More!

[X]
×