kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.695.000   18.000   0,67%
  • USD/IDR 17.870   45,00   0,25%
  • IDX 6.475   72,73   1,14%
  • KOMPAS100 836   7,00   0,84%
  • LQ45 637   4,24   0,67%
  • ISSI 227   4,93   2,21%
  • IDX30 356   2,08   0,59%
  • IDXHIDIV20 432   2,24   0,52%
  • IDX80 96   0,72   0,76%
  • IDXV30 120   1,00   0,85%
  • IDXQ30 113   0,73   0,65%

Progres pembangunan smelter Freeport dam Amman Mineral berjalan sesuai rencana


Minggu, 06 Oktober 2019 / 17:55 WIB
ILUSTRASI. Tambang Grasberg PT Freeport Indonesia


Reporter: Ridwan Nanda Mulyana | Editor: Handoyo

Sebelumnya, Direktur Utama Freeport Indonesia Tony Wenas mengatakan bahwa rogres pembangunan smelter berkapasitas 2 juta ton konsentrat tembaga itu masih dalam fase persiapan lahan yang antara lain mencakup pemadatan tanah.

Tony optimistis, fase konstruksi bisa dimulai pada awal 2020, dan smelter dapat selesai sesuai target. Yakni pada akhir tahun 2022 atau paling lambat lima tahun sejak terbitnya Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK) yang diterima bersamaan dengan transaksi divestasi oleh PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) pada 21 Desember 2018 lalu.

"Ini akan terus kita selesaikan dan diharapkan pada akhir tahun 2022 pembangunan smelter sudah selesai," kata Tony beberapa waktu lalu.

Baca Juga: Likuidasi aset di China, begini kata analis soal prospek AKR Corporindo (AKRA)

Sedangkan untuk smelter konsentrat tembaga lainnya, yakni milik PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT), saat ini progres kumulatifnya sudah mencapai 18,65%. Dalam laporan kemajuan fisik yang disusun oleh PT Sucofindo itu, Yunus mengatakan bahwa progres enam bulanan smelter AMNT tersebut mencapai 107,59%, karena target awal yang disusun diproyeksikan hanya mencapai 17,34%.

Yunus menerangkan, tahapan pembangunan yang sudah dan sedang dikerjakan AMNT adalah studi kelayakan dan lingkungan, akuisisi lahan, Ground Improvement dan tahapan desain terperinci atau Front End Engineering Design (FEED). Untuk mengerjakan tahapan tersebut, anggaran investasi yang sudah terserap mencapai US$ 242,96 juta.

Adapun, smelter AMNT ini berlokasi di Sumbawa, Nusa Tenggara Barat (NTB). Smelter AMNT direncanakan memiliki kapasitas input sebesar 1 juta ton per tahun dan dapat ditingkatkan hingga 1,6 juta atau 2 juta ton per tahun.

Baca Juga: Aksi merger dan akuisisi tahun ini diperkirakan menurun

Kapasitas tersebut dapat memproses konsentrat baik dari tambang Batu Hijau, maupun suplai potensial dari tambang Elang yang saat ini dalam tahap eksplorasi, atau pun dari sumber pemasok konsentrat lainnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×