Reporter: Zendy Pradana | Editor: Tri Sulistiowati
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Pancaran Samudera Transport Tbk (PSAT) menyatakan bahwa selama periode kuartal I-2026 perusahaan mengalami tekanan, salah satu tekanannya berasal dari kondisi eksternal yang masih dinamis sampai dengan saat ini.
Direktur Keuangan PT Pancaran Samudera Transport Tbk (PSAT) Wendi Arifin menjelaskan bahwa kondisi eksternal yang menyebabkan perseroan mengalami tekanan di kuartal I-2026 adalah konflik geopolitik.
Baca Juga: Adi Sarana Armada (ASSA) Bidik Kenaikan Pendapatan 10%, Ditopang Bisnis Logistik
Sebab, konflik geopolitik membuat harga bahan bakar minyak (BBM) dunia mengalami kenaikan yang signifikan.
Adapun penyebab lainnya adalah masih belum adanya revisi Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) produksi batubara tahun 2026.
Wendi menjelaskan bahwa untuk memperbaiki kinerja perseroan setelah melihat hasil kinerja pada kuartal I-2026, perseroan sudah menyiapkan enam strategi yang akan difokuskan oleh perseroan kedepan.
Strategi yang akan difokuskan salah satunya ialah melakukan diversifikasi komoditas pasar domestik. Strategi ini akan difokuskan perseroan guna memberikan target kontribusi untuk komoditas lainnya dia tahun 2026.
"Strategi yang kedua adalah memperluas wilayah layanan dengan basis pelanggan," ujar Wendi dalam paparan Pubex di Jakarta Utara, Rabu (17/6/2026).
Selanjutnya, perseroan juga bakal fokus memperkuat hubungan pelanggan melalui implementasi Customer Relationship Management (CRM). Perseroan juga akan meningkatkan efisiensi melalui digitalisasi proses bisnis.
"Kelima, menerapkan praktik operasional yang lebih efisien dan berkelanjutan, serta yang terakhir, memperkuat tata kelola perusahaan melalui penerapan prinsip good Corporate Governance yang lebih baik," tuturnya.
Baca Juga: Dongkrak Produksi Minyak, Pertamina Tambah 1.865 BOPD dari Lapangan Sejadi Kaltim
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













