kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.781.000   0   0,00%
  • USD/IDR 16.565   165,00   0,99%
  • IDX 6.511   38,26   0,59%
  • KOMPAS100 929   5,57   0,60%
  • LQ45 735   3,38   0,46%
  • ISSI 201   1,06   0,53%
  • IDX30 387   1,61   0,42%
  • IDXHIDIV20 468   2,62   0,56%
  • IDX80 105   0,58   0,56%
  • IDXV30 111   0,69   0,62%
  • IDXQ30 127   0,73   0,58%

PTPN XI gandeng BUMN kertas untuk bangun pabrik gula


Rabu, 09 Maret 2011 / 13:16 WIB
PTPN XI gandeng BUMN kertas untuk bangun pabrik gula
ILUSTRASI. Pemaparan Kinerja BCA Syariah di Jakarta, Selasa (18/2).


Reporter: Fitri Nur Arifenie | Editor: Rizki Caturini

JAKARTA. PT Perkebunan Nusantara XI bakal menggandeng PT Kertas Leces untuk membangun pabrik gula. Rencananya, pabrik gula ini bakal memiliki kapasitas produksi 6.000 ton gula per hari.

"Sedang dikaji kemungkinannya, namun persoalan lahan cukup menjadi kendala saat ini," kata Sekretaris Perusahaan PTPN XI, Adig Suwandi kepada KONTAN, (9/3).

Apalagi untuk lahan di Jawa. Ia menghitung, untuk pabrik gula baru ini setidaknya PTPN XI membutuhkan areal lahan minimal 10.000 hektare (ha).

"Makanya harus ada kebijakan khusus dan kerja sama dengan pemda soal lahan kalau mau swasembada gula dan bahan pangan lain," tutur Adig.

Dengan adanya pabrik gula baru ini, produksi gula PTPN XI bisa mencapai 100.000 ton per tahun. Menurut Adig kerjasama dengan Kertas Leces menyangkut pemanfaatan ketel milik Kertas Leces.

Direktur Utama Kertas Leces Martoyo Sugandi mengungkapkan, kerjasama untuk pembangunan pabrik ini berskema joint venture. Ditargetkan pada tahun 2012, konstruksi pabrik akan segera mulai. Sehingga pada 2014, pabrik gula sudah beroperasi komersial.

Kertas Leces akan memanfaatkan ampas tebu sebagai bahan baku kertas. Karena, bahan baku serat kayu (pulp) melambung tinggi. Saat ini, harga pulp berkisar US$ 830 per metrik ton lebih tinggi ketimbang harga normal sebesar US$ 400 per metrik ton.

Sekedar informasi, perusahaan kertas plat merah ini memang sejak Juni 2010 memang mati suri. Kertas Leces menderita kerugian sejak 2008 hingga 2010. Pada 2008 silam, perusahaan tekor Rp 49,4 miliar. Lalu, pada 2009, kerugian membengkak menjadi sekitar Rp 53,8 miliar. Lalu pada 2010 total kerugian sebesar Rp 78,5 miliar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Survei KG Media

TERBARU

[X]
×