kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45889,80   -6,05   -0.68%
  • EMAS1.327.000 0,15%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

PTPP Raih 14 Kontrak Proyek di IKN, Nilainya Rp 10,06 Triliun


Minggu, 18 Februari 2024 / 15:11 WIB
PTPP Raih 14 Kontrak Proyek di IKN, Nilainya Rp 10,06 Triliun
ILUSTRASI. Alat berat dioperasikan untuk pembangunan kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN), Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, Jumat (22/9/2023). Presiden Joko Widodo menyebut progres pembangunan IKN sudah mencapai sekitar 40 persen.


Reporter: Pulina Nityakanti | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT PP (Persero) Tbk (PTPP) telah meraih 14 kontrak proyek di Ibu Kota Nusantara (IKN) sebesar Rp 10,06 triliun.

Sekretaris Perusahaan PTPP, Bakhtiyar Efendi merinci, tiga di antaranya sudah selesai dikerjakan, yaitu Penyiapan Lahan KIPP tahap 1, Penyiapan Lahan KIPP Tahap 2, dan Dermaga Logistik IKN.

Sementara, masih ada 11 proyek lainnya yang masih dikerjakan PTPP, yaitu Proyek Jalan Sumbu Kebangsaan SIsi Barat Tahap 1, Proyek Jalan Sumbu Kebangsaan Sisi Barat Tahap 2, Jalan Tol IKN Segmen 3B, Jalan Akses Masjid IKN, dan Jalan Seksi 6C-1:SP.2 ITCI Simpang 1B.

Baca Juga: PTPP Resmikan Jalan Tol Indrapura-Kisaran, Nilai Kontrak Rp 4,3 Triliun

Lalu, Gedung Kantor Presiden, Istana Negara & Lapangan Upacara, Gedung Kementerian Sekretariat Negara, Rusun ASN 1, dan Komplek Perkantoran BI Tahap I. “Sebelas proyek lainnya sedang on going dan target selesai di tahun 2024,” ujarnya kepada Kontan, Sabtu (17/2).

PTPP juga akan tetap melaksanakan proyek-proyek, termasuk IKN, sesuai dengan kontrak dan jadwal yang sudah ditandatangani.

“Proyek di IKN sesuai masterplan IKN yang saat ini masih mengembangkan kawasan inti pemerintahan, dan masih banyak lagi yang akan dibangun,” ungkapnya.

Baca Juga: Simak Rekomendasi Saham Lapis Dua dan Lapis Tiga Pilihan Para Analis

Bakhtiyar menegaskan, di tahun politik dan pergantian pemerintahan, PTPP fokus untuk menyelesaikan proyek-proyek carry over yang cukup banyak berakhir di tahun 2024 ini. “Kami masih optimistis dengan sisi core bisnis konstruksi,” paparnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×