kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45920,31   -15,20   -1.62%
  • EMAS1.347.000 0,00%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Raih Kinerja Apik pada 2023, Manajemen SSIA Ungkap Faktor Pendorongnya


Kamis, 28 Maret 2024 / 17:25 WIB
Raih Kinerja Apik pada 2023, Manajemen SSIA Ungkap Faktor Pendorongnya
ILUSTRASI. SSIA tercatat membukukan pendapatan konsolidasi Rp 4,53 triliun pada tahun 2023 atau bertumbuh 25,5% dari tahun sebelumnya


Reporter: Vina Elvira | Editor: Handoyo .

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Surya Semesta Internusa Tbk (SSIA) telah melaporkan kinerja keuangan tahun buku 2023.  SSIA tercatat membukukan pendapatan konsolidasi sebesar Rp 4,53 triliun pada tahun 2023 atau bertumbuh 25,5% dari Rp 3,61 triliun pada tahun sebelumnya. 

Peningkatan pendapatan tersebut terutama didorong oleh kinerja yang kuat di tiga segmen utama. Erlin Budiman VP Head of Investor Relations menyatakan, pendapatan properti meningkat sebesar 37,1% (Rp231,0 miliar), sedangkan pendapatan di segmen bisnis konstruksi dan perhotelan SSIA meningkat sebesar 17,5% dan 52,2% (masing-masing Rp430,2 miliar dan Rp310,3 miliar). 

Jika diperinci berdasarkan segmen, bisnis konstruksi memang masih mendominasi pendapatan dengan nilai Rp 2,88 triliun atau setara 62% terhadap total pendapatan tahun 2023. 

Baca Juga: Naik 25,52%, Surya Semesta (SSIA) Catat Pendapatan Rp 4,35 Triliun di Tahun 2023

“Proyek utama yang diperoleh pada FY23 adalah Paket Pabrik 1 & 2 PT Akebono Brake Astra Indonesia (AAIJ) Karawang, Capital Cove BSD Tangerang, Nava Park BSD Tangerang, Power H2O2 Chemical Karawang, PM3 (Kertas Brawn) & Gudang Karawang, Gedung Utama BCTMP Karawang, dan East Vara BSD Tangerang,” ungkap Erlin, dalam keterengannya, Kamis (28/3). 

Kemudian ada juga proyek RS Dirgahayu Samarinda, Museum Budaya, Sains, & Teknologi Surakarta, Marriott The Luxury Hotel Labuan Bajo, infrastruktur Subang Smartpolitan, Ekspansi DP Mall Semarang, Hilton Hotel Padalarang Bandung, PT IFARS Pharmaceutical Surakarta, dan Buerer Kendal.

Erlin melanjutkan, kontributor terbesar kedua adalah segmen bisnis perhotelan dengan nilai Rp 905,2 miliar atau setara 19% dari total pendapatan tahun lalu. 

SSIA sendiri memiliki empat portofolio hotel, di antaranya Gran Melia Jakarta dengan tingkat hunian 55,6% pada tahun 2023. Kemudian ada Melia Bali Hotel yang tingkat okupansinya meningkat menjadi 80,4% di 2023 dari 57,3% pada tahun 2022.

Ketiga, ada Umana Bali, LXR Hotels & Resorts dengan tingkat hunian sebesar 20,6% di 2023. Sedangkan untuk BATIQA Hotels pada 2023 tingkat huniannya tercatat 67% di tahun lalu. 

 

Untuk unit properti SSIA, yang mencakup pendapatan dari kawasan industri, biaya pemeliharaan, sewa komersial, dan hunian, memperoleh pendapatan sebesar Rp854,0 miliar pada 2023, meningkat sebesar 37,1% dari Rp623,1 miliar pada 2022. 

“PT Suryacipta Swadaya (SCS), bisnis utama Perusahaan, melaporkan pendapatan sebesar Rp684,8 miliar pada 2023, naik 37,7% dari Rp497,4 miliar pada FY22. Kenaikan terutama disebabkan oleh peningkatan penjualan tanah yang tercatat sebesar 86,2%,” imbuhnya. 

Lalu, ada juga Edenhaus Simatupang, portofolio dari PT TCP Internusa dengan nilai sekitar Rp300 miliar. TCP berhasil mencatat penjualan pemasaran sebanyak 39 unit rumah (Rp283,1 miliar) hingga 31 Desember 2023. 

Hingga akhir tahun 2023, laba bersih konsolidasi SSIA tercatat  sebesar Rp176,6 miliar atau meningkat dari rugi bersih pada 9M23 sebesar Rp23,7 miliar. Apabila dirinci secara tahunan,  laba bersih 2023 meningkat 0,4% dari laba bersih sebesar 2022 yang sebesar Rp175,8 miliar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×