kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45725,83   16,46   2.32%
  • EMAS914.000 0,11%
  • RD.SAHAM 0.55%
  • RD.CAMPURAN 0.20%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.01%

Ramai soal PIMD yang disangka pengganti Petral, ini kata direksi Pertamina


Rabu, 09 Oktober 2019 / 21:40 WIB
Ramai soal PIMD yang disangka pengganti Petral, ini kata direksi Pertamina
ILUSTRASI. Pekerja memasang spanduk besar (banner) berisi dukungan Pertamina pada pesta olahraga Asian Games 2018, di Gedung Pertamina, Jakarta, Jumat (29/6).

Reporter: Ridwan Nanda Mulyana | Editor: Tendi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pendirian Pertamina International Marketing & Distribution, Pte Ltd (PIMD) menuai kontroversi. PIMD dikhawatirkan menjadi reinkarnasi Pertamina Energy Trading Limited (Petral) yang telah dibubarkan karena tersangkut kasus mafia migas.

Setelah kontroversi mengemuka, direksi Pertamina pun buka suara. Direktur Perencanaan Investasi dan Manajemen Risiko Pertamina Heru Setiawan mengklaim, kekhawatiran yang didengungkan tersebut tidak akan terjadi.

Baca Juga: Pertamina buka kantor pemasaran di Singapura, apa bedanya dengan Petral?

Alasannya, Heru menyebut bahwa PIMD berbeda dengan Petral. Jika pada masanya Petral melakukan pengadaan langsung untuk kebutuhan impor Pertamina, maka PIMD tidak dapat berperan di ranah tersebut.

Heru mengakui, PIMD memang bisa melakukan pengadaan impor, namun hal tersebut tidak bisa dilakukan secara langsung, melainkan dengan proses tender.  "Jadi ini beda sama Petral yang untuk procurement kebutuhan Pertamina. PIMD nggak, dia harus ikutan tender terlebih dulu. PIMD tidak diberikan otoritasi untuk langsung procurement," ungkap Heru saat ditemui di Kantor Kementerian ESDM, Rabu (9/10).

Meski tak menyebut detailnya, tapi Heru mengatakan bahwa PIMD ini baru didirikan, yakni pada September lalu. Tujuannya, ialah untuk membantu pemasaran produk Pertamina di pasar internasional.

"Kita harus punya trading arm lah, kan kita sudah mulai ekspor. Dia (PIMD) juga bisa ambil (produk) dari tempat lain, dan menjual ke tempat lain. Jadi nggak harus ke Pertamina," terangnya.

Baca Juga: Begini kata eks Tim Anti Mafia Migas soal PIMD yang didirikan Pertamina

Heru juga memastikan bahwa Pertamina memiliki strategi agar nasib PIMD tak sama dengan Petral yang menjadi sarang pemburu rente mafia migas. Sayangnya, Heru tidak membuka kiat ang dimaksud. "Yang jelas ada prosedurnya, dia (PIMD) nggak akan kayak Petral," imbuhnya.

Terkait hal ini, Direktur Eksekutif ReforMiner Institute Komaidi Notonegoro menilai bahwa persoalan hukum yang menjerat Petral seharusnya bisa dijadikan bahan pelajaran bagi Pertamina. Jika Pertamina memang mendirikan anak usaha sejenis, kata Komaidi, holding migas plat merah itu semestinya sudah mengetahui titik-titik lemah yang harus diantisipasi.

Sehingga, Komaidi menilai pendirian PIMD yang berlokasi di Singapura ini tidak akan menjadi masalah. Syaratnya, Pertamina harus berani menjalankan PIMD dengan prosedur yang transparan. Termasuk juga menerangkan ke publik urgensi dari pendirian PIMD ini.

"Di mana pun posisinya tidak masalah, yang penting transparan. Di dalam negeri kalau nggak transparan, ya tetap bermasalah. Pertamina juga harusnya sudah paham, titik lemahnya dimana," kata Komaidi ke Kontan.co.id, Rabu (9/10).

Vice President Corporate Communication Pertamina Fajriyah Usman sebelumnya juga menerangkan perbedaan PIMD dan Petral. Fajriyah bilang, Petral merupakan trading arm Pertamina dalam impor minyak mentah untuk kebutuhan domestik. Sedangkan PIMD adalah trading arm untuk menjual produk Pertamina maupun produk pihak ketiga  di pasar international.

Baca Juga: Pertamina EP Cepu memulai tajak sumur proyek Jambaran Tiung Biru

"Jadi jelas PIMD jangan disamakan dengan Petral, karena PIMD fokus untuk menghasilkan pendapatan tambahan melalui penjualan di luar negeri. Jadi bukan untuk memenuhi kebutuhan domestik," katanya kepada Kontan.co.id.

Fajriyah menegaskan bahwa pemenuhan kebutuhan minyak mentah maupun produk Bahan Bakar Minyak (BBM) domestik tetap dilakukan sesuai amanat pemerintah yaitu oleh fungsi di internal Pertamina melalui Integrated Supply Chain atau ISC.

Ia menambahkan, saat ini PIMD juga berperan untuk menangkap peluang bisnis pasar Bunker Asia Tenggara terutama di Singapura. PIMD, sambung Fajriyah, juga menggarap  peluang penjualan produk lainnya langsung ke end customer di pasar internasional dengan membangun bisnis ritel dalam rangka memperkenalkan brand Pertamina secara global.

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.

Tag

TERBARU

[X]
×