kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.606.000   -27.000   -1,03%
  • USD/IDR 17.940   -67,00   -0,37%
  • IDX 6.176   67,33   1,10%
  • KOMPAS100 814   12,72   1,59%
  • LQ45 622   13,33   2,19%
  • ISSI 212   0,39   0,18%
  • IDX30 351   8,04   2,34%
  • IDXHIDIV20 438   9,47   2,21%
  • IDX80 93   1,54   1,68%
  • IDXV30 117   0,44   0,38%
  • IDXQ30 113   2,94   2,65%

Realisasi Impor Minuman Beralkohol Di Bawah Kuota


Selasa, 05 Januari 2010 / 17:09 WIB


Reporter: Asnil Bambani Amri |

JAKARTA. Apakah konsumen minuman beralkohol di Indonesia mengurangi konsumsinya? Bisa jadi. Soalnya, impor minuman berlakohol hanya terserap 71%. Hal ini disampaikan oleh Direktur Utama PT Sarinah Jimmy M. Rifai Gani selaku importir minol tunggal tahun 2009.

"Yang jelas market tidak menyerap," kata Jimmy saat dihubungi KONTAN. Menurutnya, konsumsi di Indonesia tidak mampu menyerap seluruh kuota impor minuman keras yang diberikan oleh Kementerian Perdagangan dengan sebanyak 2,61 juta liter.

"Kami hanya menyesuaikan impor dengan pesanan dari market," kata Jimmy. Dijelaskannya, minuman yang paling tinggi impornya itu adalah minuman dengan golongan C dan B atau minuman dengan kadar alkohol diatas 5% sampau dengan 55%. "Kadar C realisasinya bisa 90%," jelas Jimmy.

Namun sayang, Kementerian Perdagangan belum mau mempublikasikan data realisasi impor tahun 2009 atas produk yang sensitif tersebut. Sementara itu, banyak kalangan mengindikasikan banyak minuman beralkohol yang diselundupkan, ini dibuktikan ketika Bea Cukai menangkap minuman berlakohol selundupan di pelabuhan Desember lalu.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×