kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.818.000   -42.000   -1,47%
  • USD/IDR 17.130   16,00   0,09%
  • IDX 7.500   41,69   0,56%
  • KOMPAS100 1.037   8,08   0,79%
  • LQ45 746   -0,12   -0,02%
  • ISSI 272   3,24   1,21%
  • IDX30 399   -1,25   -0,31%
  • IDXHIDIV20 486   -4,46   -0,91%
  • IDX80 116   0,59   0,51%
  • IDXV30 135   0,10   0,08%
  • IDXQ30 128   -1,20   -0,93%

REI ingin ikut proyek rumah murah


Kamis, 03 Maret 2011 / 14:27 WIB
ILUSTRASI. ika.puspitasari - Myoh menggelar paparan publik pada Kamis (25/4) MYOH Tambah Kapasitas Produksi


Reporter: Noverius Laoli | Editor: Adi Wikanto

JAKARTA. Rencana pemerintah mendirikan rumah murah mendapat sambutan positif dari pengembang. Real Estate Indonesia (REI), salah satu pengembang perumahan, mengaku siap ambil bagian dalam proyek tersebut. Sekarang mereka sudah menyiapkan kajian proyek ini.

Asal tahu saja, Kementerian Perumahan Rakyat (Kemenpera) menargetkan pembangunan 100.000 unit rumah murah sepanjang tahun 2011. Pemerintah akan melibatkan sejumlah pengembang. Nantinya, pemerintah akan menyediakan lahan, sehingga pengembang tinggal membangun saja.

Ketua REI Setyo Maharso mengatakan, REI sedang mengkaji program pembangunan rumah murah tersebut. "Kami juga sudah siap, bila Kemenpera meminta REI menjadi salah satu pengembang dalam membangun rumah murah ini," Ujar Maharso Kepada KONTAN, Kamis (3/3).

Sebelumnya, Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Mustafa Abubakar, mempersilakan memakai tanah BUMN yang cocok untuk perumahan rakyat. Mustafa menjelaskan bahwa BUMN yang menangani pembangunan perumahan rakyat adalah Perum Perumnas dan PT Pembangunan Perumahan Tbk (PP). Bank yang bisa dilibatkan adalah PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN).

Perumnas berencana mengambil 40% dari total jumlah rumah yang akan dibangun. Mereka akan menggunakan dana dari penghematan anggaran kementerian dan lembaga yang diperkirakan akan mencapai Rp 20 triliun. Selain itu, Pemerintah juga akan dibantu BUMN untuk menyediakan sarana dan prasarana dalam program sosial perusahaan atawa Corporate Social Responsibility (CSR).

Selain menggunakan lahan BUMN, pembangunan rumah juga akan menggunakan tanah milik TNI. Kemudian, pemerintah juga akan meminta pemerintah daerah dan perusahaan swasta menyediakan lahan. "Kami berharap beberapa perusahaan yang karyawannya akan mendapat rumah murah ini bisa bekerja sama untuk menyediakan lahan," ujar Deputi Bidang Pembiayaan Kemenpera, Sri Hartoyo.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Effective Warehouse Management

[X]
×