kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.500   -30,00   -0,17%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

RI-Yordania sepakati bangun pabrik pupuk


Rabu, 26 Februari 2014 / 14:47 WIB
ILUSTRASI. Petugas teller memperlihatkan mata uang 100 dollar US di saah satu bank di Jakarta,Rabu (6/1). /pho KONTAN/Carolus Agus Waluyo/06/01/2021


Reporter: Asep Munazat Zatnika | Editor: Asnil Amri

JAKARTA. Dalam pertemuan bilateral antara Presiden Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dengan Raja Yordania Abdullah II Ibnu Hussein rupanya ikut membahas kerjasama bidang ekonomi dan bidang perdagangan.

Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa bilang, dalam pertemuan antara kepala negara itu juga dilakukan acara penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) yang dilakukan salah satu perusahaan produsen fosfat asal Yordania, dengan produsen pupuk dari Indonesia, yakni PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim).

"MoU disepakati mengenai pembukaan pabrik fosfat di Kalimantan Timur," ujar Marty, Rabu (26/2) di Istana Negara. Selama ini, Yordania adalah negara pemasok bahan baku pupuk fosfat terbesar bagi Indonesia.

Sebelumnya investasi Yordania dalam pembangunan pabrik pupuk sudah mencapai tiga pabrik, yang berlokasi di Jakarta dan Jawa Timur. Nah, dengan kerjasama ini, diharapkan Yordania tak hanya menganggap Indonesia sebagai pasar saja, tetapi juga negara tujuan Investasi.

Marty bilang, nilai investasi Yordania di Indonesia sejauh ini sudah mencapai US$ 500 juta. Dengan kerjasama tersebut, diharapkan nilai investasi Yordania bisa naik.

Raja Abdullah II tiba di istana negara, Jakarta pukul 11.00 WIB, dan disambut langsung oleh Presiden SBY bersama sejumlah menteri Kabinet Indonesia Bersatu Jilid II. Kunjungan raja Abdullah ke Indonesia tak hanya membawa misi kerjasama ekonomi, melainkan juga membicarakan kondisi politik di timur tengah, serta perkembangan kondisi Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di Yordania.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×