kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |

Ricky Putra Globalindo (RICY) belum berencana tambah kapasitas tahun depan


Senin, 02 Desember 2019 / 18:31 WIB
Ricky Putra Globalindo (RICY) belum berencana tambah kapasitas tahun depan
ILUSTRASI. pakaian dalam merek GT Man produksi PT Ricky Putra Globalindo Tbk (RICY). Foto di Jakarta. KONTAN/Daniel Prabowo

Reporter: Agung Hidayat | Editor: Yoyok

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Tahun 2020 besok masih menjadi periode yang penuh tantangan bagi pelaku industri tekstil dan garmen seperti PT Ricky Putra Globalindo Tbk (RICY). Oleh karena itu perseroan masih berhati-hati untuk merencanakan ekspansi bisnis, khususnya di ranah produksi.

Tirta Heru Citra, Direktur RICY mengatakan bahwa di tahun depan perusahaan belum akan melakukan penambahan kapasitas. Adapun perseroan memandang tahun depan masih prospektif memperoleh pertumbuhan penjualan, hanya saja manajemen belum dapat mengungkapkannya saat ini.

Baca Juga: Meski pendapatan turun, laba bersih RICY melonjak dua kali lipat di kuartal III-2019

"Kami masih yakin bahwa tahun depan mestinya bisa baik apalagi pemerintah akan keluarkan aturan safeguard barang impor tekstil dan garmen," terangnya kepada Kontan.co.id, Senin (2/12).

Seperti yang diketahui pelaku usaha tekstil dan garmen saat ini tengah mengajukan tarif bea masuk ke beberapa produk pakaian dan benang lantaran digempur impor.

Pasar lokal diakui manajemen cenderung lesu, padahal sampai kuartal-III 2019 segmen pasar lokal menyumbang 80% dari total revenue perseroan saat itu. Penjualan di pasar lokal RICY mencapai Rp 1,09 triliun di triwulan ketiga tahun ini atau turun 13,5% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya Rp 1,26 triliun.

Baca Juga: Belanja Modal Produsen Underwear Ini Sulit Terserap 100%

Penjualan lokal didominasi dari produk spinning sebanyak Rp 598,64 miliar pada sembilan bulan pertama tahun ini atau anjlok 20,37% dibandingkan kuartal ketiga tahun kemarin Rp 750,83 miliar. Sementara penjualan pakaian dalam lokal mengalami kenaikan meski kecil sekitar 3% year on year (yoy) menjadi Rp 356,5 miliar sampai akhir September 2019.

Sedangkan penjualan pasar ekspor membukukan pertumbuhan sekitar 3,1% yoy menjadi Rp 261 miliar di kuartal ketiga tahun ini dengan kontribusi bagi revenue sekitar 20%. Sementara untuk belanja modal (capex) tahun depan, manajemen belum dapat membagikannya saat ini.

Sebelumnya perseroan diketahui tengah menata ulang penggunaan capital expenditure (capex) alias belanja modalnya di 2019. Dimana manajemen telah merencanakan nilai capex tahun ini sebanyak Rp 50 miliar yang sebagian besar menopang peremajaan mesin pabrikan.

Baca Juga: Industri tekstil lesu, RICY tahan penggunaan capex

Manajemen sempat mengatakan bahwa penggunaan anggaran capex sampai akhir tahun 2019 paling maksimal 80% atau sekitar Rp 40 miliar dari rencana awal perseroan. Perseroan akan sangat hati-hati dalam menggunakan budget-nya.

Soal kapasitas produksi saat ini RICY diketahui memiliki kapasitas terpasang 3 juta potong pakaian setiap bulannya dan 60.000 bales per tahunnya. Adapun utilitas rata-rata pabrikan mencapai level 75%-80%.



Video Pilihan

TERBARU

Close [X]
×