CLOSE [X]
kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.632.000   22.000   0,84%
  • USD/IDR 17.880   -62,00   -0,35%
  • IDX 6.340   108,24   1,74%
  • KOMPAS100 839   16,49   2,00%
  • LQ45 637   8,89   1,42%
  • ISSI 218   3,63   1,69%
  • IDX30 358   3,90   1,10%
  • IDXHIDIV20 444   3,51   0,80%
  • IDX80 96   1,59   1,69%
  • IDXV30 119   0,82   0,69%
  • IDXQ30 115   1,03   0,91%

Rio Tinto minta harga divestasi di atas US$ 3 miliar


Jumat, 22 Juni 2018 / 11:22 WIB
ILUSTRASI. Tambang Emas Freeport


Reporter: Pratama Guitarra | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) mengatakan, valuasi harga divestasi saham PT Freeport Indonesia sebesar 51% antara US$ 3 miliar - US$ 5 miliar. Hitungan itu, sudah diserahkan kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang kemudian akan memberikan keputusan.

Deputi Bidang Usaha Pertambangan, Industri Strategis, dan Media Kementerian BUMN Fajar Harry Sampurno mengatakan pengajuan valuasi harga itu dilakukan oleh beberapa menteri. Seperti Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati, Menteri BUMN Rini Soemarno, Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arcandra Tahar serta Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya. "Harganya tidak mungkin US$ 5 miliar, tapi di atas US$ 3 miliar," terangnya di Kantor Kementerian BUMN, Kamis (21/6).

Sebelumnya ada lima lembaga keuangan yang mengeluarkan valuasi harga saham atas pembelian hak partisipasi alias participating interest   40% Rio Tinto. Pertama, valuasi dari Morgan Stanley yakni sebesar US$ 3,6 miliar. Kedua, Deutsche Bank sebesar US$ 3,3 miliar. Ketiga, HSBC sekitar US$ 3,85 miliar. Keempat, UBS senilai US$ 4 miliar. Kelima RBC di angka US$ 3,73 miliar.

Saat ini Indonesia hanya memiliki saham Freeport Indonesia sebesar 9,36%. Untuk memenuhi 51%, PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) mendapat tugas melego pembelian participating interest 40% milik Rio Tinto. Kemudian hak tersebut dikonversi menjadi saham. Selain itu, kekurangan saham  akan diambil dari saham Freeport Indonesia.

Fajar menjelaskan, mengenai harga Rio Tinto dan Freeport Indonesia sudah sepakat untuk menyatukan perhitungan valuasi divestasi saham. Sehingga yang keluar untuk divestasi Freeport hanya satu angka.

Nah, dalam menentukan harga itu, tidak hanya menghitung angka saat ini saja. Tetapi masa depan Freeport Indonesia dan tanah Papua. "Kalau bicara valuasi tidak hanya uang, tapi juga masa depan," ucapnya

Lalu terkait pendanaan dari divestasi itu, holding  BUMN Tambang dengan induknya Inalum sudah memiliki strategi pendanaan. Strategi itu mulai dari menggandeng BUMN. "Jadi akan menggandeng BUMN perbankan. Jika masih kekurangan pendanaan akan menerbitkan obligasi," terang dia

Sebelumnya, Direktur Utama Inalum Budi Gunadi Sadikin negosiasi saat ini sangat complicated. "Kompleksitasnya banyak. Tapi sekali lagi, sudah ada significant milestone," terangnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×