kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.630.000   -15.000   -0,57%
  • USD/IDR 17.923   53,00   0,30%
  • IDX 5.680   -141,04   -2,42%
  • KOMPAS100 733   -19,02   -2,53%
  • LQ45 559   -13,71   -2,39%
  • ISSI 197   -4,23   -2,10%
  • IDX30 318   -7,23   -2,22%
  • IDXHIDIV20 392   -8,58   -2,14%
  • IDX80 83   -2,13   -2,50%
  • IDXV30 106   -1,93   -1,78%
  • IDXQ30 103   -2,20   -2,10%

RNI akan mengimpor gula mentah 3.800 ton September ini


Kamis, 23 Agustus 2018 / 15:28 WIB
ILUSTRASI. B.Didik Prasetyo, Dirut RNI


Reporter: Tane Hadiyantono | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - BOGOR. Perusahaan milik negara, PT Rajawali Nusantara Indonesia telah mendapatkan izin impor gula mentah untuk konsumsi yang akan dilakukan pada September tahun ini.

"Izin yang diperoleh baru terbit untuk September nanti, khusus tahun 2018 saja diberi izin impor 3.800 ton saja," kata Direktur Utama RNI Didik Prasetyo, Kamis (23/8).

Ia melanjutkan gula tersebut akan diolah oleh pabrik eksisting PT RNI untuk dijadikan gula konsumsi.

Adapun saat ini perusahaannya masih melakukan penggilingan hingga Oktober, maka pengolahan gula mentah rafinasi menjadi gula kristal putih konsumsi akan dilakukan oleh lini pabrik yang sedang tidak aktif. "Kami akan mengisi idle capacity," jelas Didik.

Sekadar mengingatkan, surat izin impor yang diterima Didik merupakan kelanjutan dari penugasan Kementerian Koordinator Perekonomian yang meminta perusahaan PT RNI dan PT Perkebunan Negara untuk melakukan kajian impor dan olah gula rafinasi menjadi gula konsumsi. Tujuannya adalah untuk mengendalikan harga gula agar tidak melambung.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Inventory Management: From Chaos to Control Sales Coaching: Lead Better, Sell More!

[X]
×