kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45919,51   10,20   1.12%
  • EMAS1.350.000 0,52%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Rumah.com: Saat yang tepat bagi kelompok muda membeli rumah


Senin, 30 November 2020 / 21:48 WIB
Rumah.com: Saat yang tepat bagi kelompok muda membeli rumah
ILUSTRASI. Peningkatan Suplai Properti. . KONTAN/Baihaki/2/9/2020


Reporter: Amalia Nur Fitri | Editor: Handoyo .

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Menjelang akhir tahun 2020, para pemangku kepentingan industri properti di tanah air baik pengembang dan perbankan optimis proyeksi pertumbuhan ekonomi 2021 diperkirakan di kisaran 4,5% hingga 5,5%.

Selain itu, adanya perkiraan vaksin Covid-19 mulai bisa digunakan di Indonesia pada awal tahun depan menyebabkan ekonomi dan bisnis akan bergerak ke arah yang lebih positif.

Marine Novita, Country Manager Rumah.com menjelaskan bahwa optimisme pelaku industri properti ini juga sejalan dengan meningkatnya indeks properti sebagaimana yang dianalisis melalui Rumah.com Indonesia Property Market Index (RIPMI).

"Pulihnya optimisme pelaku industri properti ini juga terlihat dari sisi penyedia suplai. Menurut data Rumah.com Indonesia Properti Market Indeks Suplai (RIPMI-S) pada kuartal ketiga 2020, indeks suplai properti di Indonesia berada di angka 144,7. Angka ini meningkat secara tajam hingga 10% dari kuartal sebelumnya dan 25% secara tahunan. Rumah.com Indonesia Property Market Index Suplai (RIPMI-S) menunjukkan tren positif dengan peningkatan yang terjadi dalam dua kuartal terakhir," jelas Marine, dikutip dari keterangan resmi yang diterima Kontan, Senin (30/11).

Marine menerangkan, menurut data RIPMI, tahun ini, suplai properti menunjukkan penurunan pada kuartal pertama namun secara berturut-turut menunjukkan kenaikan pada kuartal kedua dan ketiga. Peningkatan tertinggi terlihat pada kuartal ketiga tahun ini, sekaligus yang tertinggi selama tiga tahun terakhir.

Baca Juga: Metropolitan Kentjana (MKPI) catatkan okupansi sebesar 97%

Suplai properti residensial terbesar berdasarkan data Rumah.com datang dari DKI Jakarta, yakni sebesar 32% dari total suplai nasional. Sementara itu, Jawa Barat menyumbang suplai sebesar 28%, diikuti Banten sebesar 17%, dan Jawa Timur sebesar 14%.

"RIPMI-S untuk Banten berada pada angka 144,5 pada kuartal ketiga tahun ini, mengalami kenaikan sebesar 11% (QoQ). Sementara itu, RIPMI-S DKI Jakarta berada pada angka 140,1 dengan kenaikan sebesar 5,2% (QoQ). Peningkatan suplai terbesar terjadi di Jawa Barat yakni sebesar 12,2% (QoQ). RIPMI-S Jawa Barat berada pada angka 140,9," ungkapnya.

Masih menurut hasil survei Rumah.com Consumer Sentiment Study H2 2020, sebanyak 52% pasangan muda rentang usia 22-29 tahun menyatakan harus menunda transaksi properti di masa pandemi seperti sekarang ini. Padahal kelompok usia tersebut saat ini memiliki intensi yang lebih tinggi untuk memiliki rumah.

Marine berkata, bagi pasangan muda yang sedang mencari hunian, bisa mempertimbangkan beberapa area yang dianggap prospektif dengan pilihan yang banyak dari sisi suplai dan harga yang belum naik terlalu tinggi.

"Contohnya seperti area Kota Tangerang dimana saat ini harga propertinya masih berada pada kisaran Rp 12,5 juta per meter persegi sedangkan harga rumah di wilayah tetangganya yaitu Jakarta Barat telah mencapai Rp 23,8 juta per meter persegi atau hampir dua kali lipat," sambungnya.

Perkembangan Kota Tangerang saat ini sangat pesat, infrastruktur transportasi dan fasilitas umum terus bertambah. Dengan harga yang lebih rendah namun fasilitas yang tak kalah lengkap, konsumen mulai melirik Kota Tangerang sebagai alternatif Jakarta Barat.

Sementara itu indeks suplai properti Kota Tangerang Selatan berdasarkan RIPMI-S berada pada angka 141,1 dengan kenaikan 11,9% (QoQ), sedangkan Kabupaten Tangerang dengan indeks sebesar 202,7 mengalami kenaikan sebesar 10,7% (QoQ).

Menurut Marine, kenaikan suplai properti di wilayah satelit DKI Jakarta ini menjadi indikasi bahwa pengembang memfokuskan pembangunan hunian untuk kelas menengah dan menengah atas di kawasan-kawasan alternatif dengan harga yang lebih terjangkau.

"Harga properti di Kabupaten Tangerang saat ini berada pada kisaran Rp 7,6 juta per meter persegi, sementara Bekasi masih Rp 9 juta per meter persegi. Harga ini tentu jauh lebih rendah jika dibandingkan harga properti di DKI Jakarta yang minimal berada di kisaran Rp 22 juta per meter persegi. Sama seperti Kota Tangerang, kawasan ini juga mengalami pembangunan infrastruktur transportasi yang pesat sehingga aksesnya menjadi lebih mudah," katanya.

Selanjutnya: Summarecon Agung (SMRA) luncurkan klaster terakhir sebelum pergantian tahun

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Success in B2B Selling Omzet Meningkat dengan Digital Marketing #BisnisJangkaPanjang, #TanpaCoding, #PraktekLangsung

[X]
×