kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.500   -30,00   -0,17%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Rupiah perkasa, Honda belum kerek harga ekspor


Sabtu, 14 Agustus 2010 / 07:12 WIB


Reporter: Gloria Haraito |

JAKARTA. Meski sudah tiga minggu rupiah terus menguat, agen tunggal pemegang merek (ATPM) mobil belum mengambil langkah menaikkan harga jual ekspor. Jumat kemarin (13/8), rupiah bertengger di level Rp 8.990 per dolar AS.

Jonfis Fandy, Direktur Pemasaran dan Layanan Purnajual PT Honda Prospect Motor (HPM) mengatakan, penguatan rupiah yang baru berlangsung sebentar tak lantas bikin perusahaan mengoreksi harga jual. "Toh, di sisi lain kami menikmati dampak positif penguatan rupiah terhadap mobil dan bahan baku impor," ujar Jonfis.

Sepanjang bulan Juli lalu, HPM telah mengekspor 240 unit ke Malaysia dan Thailand. Jumlah ini membuat sepanjang Januari-Juli 2010 HPM telah mengekspor sekitar 4.600 unit. HPM hanya mengekspor Honda Freed.

Di sisi lain, HPM mengimpor semua lini sedannya, yakni Civic, City, dan Accord. Sepanjang Juli silam, HPM mencatatkan penjualan Civic sebanyak 339 unit, City 449 unit, dan Accord 295 unit. Dus, sepanjang Januari-Juli HPM telah menjual Civic sebanyak 1.381 unit, City 2.187 unit, dan Accord 981 unit. Semua penjualan sedan ini menunjukkan total impor HPM sepanjang 2010 mencapai 4.549 unit. Hingga akhir tahun nanti, HPM menargetkan ekspor dan impor masing-masing mencapai 5.000 unit.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×